Selasa, 23 Juli 2019 15:52

Banjir di Ngawi Mulai Masuki Kawasan Kota

Jumat, 08 Maret 2019 18:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Zainal Abidin
Banjir di Ngawi Mulai Masuki Kawasan Kota
Ketinggian banjir di Kecamatan Geneng yang semakin naik. foto: ZAINAL A/ BANGSAONLINE

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Dampak dari bencana banjir yang melanda Kabupaten Ngawi makin meluas. Hal tersebut nampak dari wilayah yang terendam, saat ini sudah merambah di kawasan Ngawi Kota, utamanya yang berada di sekitar aliran Bengawan Solo.

Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Ngawi, di hari ketiga ini kecamatan yang terdampak banjir semakin bertambah. Di antaranya Kecamatan Ngawi Kota dan Kecamatan Geneng. Total ada 6 kecamatan di wilayah Ngawi yang terkena luapan air. Sebelumnya, Kec. Kwadungan, Kec. Pangkur, Kec. Padas, dan Kec. Karangjati telah terlebih dahulu terendam air.

Dari keenam kecamatan, untuk wilayah Kec. Karangjati sudah nampak ada penyusutan air. Namun hal tersebut bertolak belakang dengan Kec. Geneng dan Ngawi Kota. Untuk beberapa wilayah di Kec. Geneng, Kwadungan, dan Ngawi Kota, luapan air malah ada peningkatan.

Hal ini disebabkan ketiga wilayah tersebut merupakan kantong penggelembungan luapan banjir dari arah Kali Madiun maupun Bengawan Solo. Meskipun debit air Kali Madiun mengalami penurunan hampir 1 meter, namun dari arah hulu Bengawan Solo mengalami peningkatan arus banjir terhitung pukul 24.00 WIB, Kamis (07/03).

“Wilayah Ngawi Kota merupakan titik temu dua aliran sungai besar, yaitu Bengawan Madiun dan Bengawan Solo. Otomatis penggelembungan terjadi dan masuk ke anak-anak sungai sekitar Ngawi Kota merambah ke Geneng," jelas Eko Heru Tjahjono, Kepala BPBD Kab. Ngawi pada BANGSAONLINE.com.

Sedangkan akibat dari bencana banjir ini, terdapat 3.825 rumah dari 25 desa dan 6 kecamatan yang terendam air meliputi Kwadungan, Pangkur, Karangjati, Padas, Ngawi Kota, dan Geneng. Untuk korban jiwa memang tidak ada. Sedangkan untuk kerugian materiil, hingga kini petugas dari BPBD Kab Ngawi masih kesulitan untuk memprediksi.

"Alhamdulillah korban jiwa nihil. Sedangkan untuk materiil kita masih kesulitan karena masih banyak daerah yang terendam dan sulit dijangkau," pungkas Heru. (nal/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...