Jumat, 24 Januari 2020 05:59

Kasus Sales Oppo, Orang Tua Korban Desak Polisi Jebloskan Pelaku ke Penjara

Selasa, 05 Maret 2019 17:10 WIB
Editor: -
Wartawan: Suwandi
Kasus Sales Oppo, Orang Tua Korban Desak Polisi Jebloskan Pelaku ke Penjara
Korban Gemilang Indra Yuliarti (tengah) didampingi ibunda dan kuasa hukumnya.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sugiarti (50), orang tua sales Oppo yang mendapatkan hukuman tak wajar dari supervisornya, mendesak agar kepolisian mengusut tuntas kasus yang menimpa anaknya.

Warga Kelurahan Perbon, Kecamatan/Kabupaten Tuban itu menilai hukuman yang diberikan kepada anaknya, Gemilang Indra Yuliarti (24), tak manusiawi. "Kami mendesak pada pihak kepolisian agar mengusut tuntas para pelaku yang sudah memberlakukan anak kami tidak manusiawi," ujar Sugiarti kepada BANGSONLINE.com, pada Selasa (5/3).

Sebab, akibat kejadian ini hingga saat ini anaknya mengalami trauma fisik maupun mental akibat pemberian hukuman tersebut. "Harus dijebloskan ke penjara," pintanya.

Apalagi, lanjut dia, selama ini pemberian gaji terhadap anaknya juga tidak sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Kuasa Hukum Gemilang, Nur Azis menegaskan, pihaknya bakal mendatangi Mapolres Tuban bersama keluarga. Kedatangannya tersebut dalam rangka mendesak kepolisian agar menindaklanjuti pengaduan atau laporan korban.

"Sebab, dugaan pelanggaran ini sangat jelas dan terang. Pelanggaran di Oppo lewat SPV, baik kekerasan secara fisik maupun mental sebagaimana diatur dalam Pasal 185 dan 186 UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan," ujar Nur Azis.

Selain itu, pihaknya juga akan membawa barang bukti berupa rekaman video dan chat screenshot. Alat bukti itu dibawa sebgai penguat karena hingga saat ini pelaku belum ditetapkan tersangka.

"Kami juga didatangi pihak Oppo agar mencabut berita itu, namun keluarga korban tetap minta dilanjutkan. Orang tua marah karena punishment sudah diterapkan tak hanya berbulan-bulan, tapi sudah bertahun-tahun," bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Aryo Meidianto selaku perwakilan Oppo, megungkapkan bahwa pihak manajemen terus bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menginvestigasi hal ini. Menurutnya, perusahaan juga sudah menghubungi promotor tersebut untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik.

"Manajemen akan menghargai apapun keputusannya dan tidak akan mempengaruhi niat baik untuk menyelesaikan kejadian ini secara kekeluargaan. Pada saat yang sama, kami telah memberikan skorsing kepada supervisor yang terlibat pada kejadian ini sebagai hasil dari investigasi internal kami," papar Aryo. (wan)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 20 Januari 2020 10:16 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Lembah Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu tidak hanya menyimpan potensi wisata pemandian air panasnya yang sangat terkenal itu.Satu aset wisata terpendam Kota Batu yang belum tergali adal...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Kamis, 23 Januari 2020 12:22 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*80. Waqul rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa-akhrijnii mukhraja shidqin waij’al lii min ladunka sulthaanan nashiiraan.Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan ke...
Selasa, 21 Januari 2020 13:25 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...