Jumat, 23 Agustus 2019 17:07

Kasus Sales Oppo, Orang Tua Korban Desak Polisi Jebloskan Pelaku ke Penjara

Selasa, 05 Maret 2019 17:10 WIB
Editor: -
Wartawan: Suwandi
Kasus Sales Oppo, Orang Tua Korban Desak Polisi Jebloskan Pelaku ke Penjara
Korban Gemilang Indra Yuliarti (tengah) didampingi ibunda dan kuasa hukumnya.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sugiarti (50), orang tua sales Oppo yang mendapatkan hukuman tak wajar dari supervisornya, mendesak agar kepolisian mengusut tuntas kasus yang menimpa anaknya.

Warga Kelurahan Perbon, Kecamatan/Kabupaten Tuban itu menilai hukuman yang diberikan kepada anaknya, Gemilang Indra Yuliarti (24), tak manusiawi. "Kami mendesak pada pihak kepolisian agar mengusut tuntas para pelaku yang sudah memberlakukan anak kami tidak manusiawi," ujar Sugiarti kepada BANGSONLINE.com, pada Selasa (5/3).

Sebab, akibat kejadian ini hingga saat ini anaknya mengalami trauma fisik maupun mental akibat pemberian hukuman tersebut. "Harus dijebloskan ke penjara," pintanya.

Apalagi, lanjut dia, selama ini pemberian gaji terhadap anaknya juga tidak sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Kuasa Hukum Gemilang, Nur Azis menegaskan, pihaknya bakal mendatangi Mapolres Tuban bersama keluarga. Kedatangannya tersebut dalam rangka mendesak kepolisian agar menindaklanjuti pengaduan atau laporan korban.

"Sebab, dugaan pelanggaran ini sangat jelas dan terang. Pelanggaran di Oppo lewat SPV, baik kekerasan secara fisik maupun mental sebagaimana diatur dalam Pasal 185 dan 186 UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan," ujar Nur Azis.

Selain itu, pihaknya juga akan membawa barang bukti berupa rekaman video dan chat screenshot. Alat bukti itu dibawa sebgai penguat karena hingga saat ini pelaku belum ditetapkan tersangka.

"Kami juga didatangi pihak Oppo agar mencabut berita itu, namun keluarga korban tetap minta dilanjutkan. Orang tua marah karena punishment sudah diterapkan tak hanya berbulan-bulan, tapi sudah bertahun-tahun," bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Aryo Meidianto selaku perwakilan Oppo, megungkapkan bahwa pihak manajemen terus bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menginvestigasi hal ini. Menurutnya, perusahaan juga sudah menghubungi promotor tersebut untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik.

"Manajemen akan menghargai apapun keputusannya dan tidak akan mempengaruhi niat baik untuk menyelesaikan kejadian ini secara kekeluargaan. Pada saat yang sama, kami telah memberikan skorsing kepada supervisor yang terlibat pada kejadian ini sebagai hasil dari investigasi internal kami," papar Aryo. (wan)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...