Selasa, 18 Juni 2019 18:43

Kasus Sales Oppo, Orang Tua Korban Desak Polisi Jebloskan Pelaku ke Penjara

Selasa, 05 Maret 2019 17:10 WIB
Editor: -
Wartawan: Suwandi
Kasus Sales Oppo, Orang Tua Korban Desak Polisi Jebloskan Pelaku ke Penjara
Korban Gemilang Indra Yuliarti (tengah) didampingi ibunda dan kuasa hukumnya.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sugiarti (50), orang tua sales Oppo yang mendapatkan hukuman tak wajar dari supervisornya, mendesak agar kepolisian mengusut tuntas kasus yang menimpa anaknya.

Warga Kelurahan Perbon, Kecamatan/Kabupaten Tuban itu menilai hukuman yang diberikan kepada anaknya, Gemilang Indra Yuliarti (24), tak manusiawi. "Kami mendesak pada pihak kepolisian agar mengusut tuntas para pelaku yang sudah memberlakukan anak kami tidak manusiawi," ujar Sugiarti kepada BANGSONLINE.com, pada Selasa (5/3).

Sebab, akibat kejadian ini hingga saat ini anaknya mengalami trauma fisik maupun mental akibat pemberian hukuman tersebut. "Harus dijebloskan ke penjara," pintanya.

Apalagi, lanjut dia, selama ini pemberian gaji terhadap anaknya juga tidak sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Kuasa Hukum Gemilang, Nur Azis menegaskan, pihaknya bakal mendatangi Mapolres Tuban bersama keluarga. Kedatangannya tersebut dalam rangka mendesak kepolisian agar menindaklanjuti pengaduan atau laporan korban.

"Sebab, dugaan pelanggaran ini sangat jelas dan terang. Pelanggaran di Oppo lewat SPV, baik kekerasan secara fisik maupun mental sebagaimana diatur dalam Pasal 185 dan 186 UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan," ujar Nur Azis.

Selain itu, pihaknya juga akan membawa barang bukti berupa rekaman video dan chat screenshot. Alat bukti itu dibawa sebgai penguat karena hingga saat ini pelaku belum ditetapkan tersangka.

"Kami juga didatangi pihak Oppo agar mencabut berita itu, namun keluarga korban tetap minta dilanjutkan. Orang tua marah karena punishment sudah diterapkan tak hanya berbulan-bulan, tapi sudah bertahun-tahun," bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Aryo Meidianto selaku perwakilan Oppo, megungkapkan bahwa pihak manajemen terus bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menginvestigasi hal ini. Menurutnya, perusahaan juga sudah menghubungi promotor tersebut untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik.

"Manajemen akan menghargai apapun keputusannya dan tidak akan mempengaruhi niat baik untuk menyelesaikan kejadian ini secara kekeluargaan. Pada saat yang sama, kami telah memberikan skorsing kepada supervisor yang terlibat pada kejadian ini sebagai hasil dari investigasi internal kami," papar Aryo. (wan)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...