Sabtu, 21 September 2019 16:55

Wali Murid Ungkap Aksi Oknum Guru Cabul di SDN Malang, Dilakukan di Ruang UKS hingga di Lapangan

Selasa, 12 Februari 2019 22:51 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Wali Murid Ungkap Aksi Oknum Guru Cabul di SDN Malang, Dilakukan di Ruang UKS hingga di Lapangan
Irina Rosemaria, Kepala SDN Kauman 3 Malang, yang enggan diwawancarai awak media. foto: IWAN/ BANGSAONLINE

MALANG, BANGSAONLINE.com - Aksi pedofilia seorang guru olahraga di SDN Kauman 3 Malang berinisial IS (59), mulai terungkap. Ml (45 tahun) dan Ua (38) orang tua 2 dari 20 siswi yang menjadi korban IS, Selasa (12/2), menceritakan bagaimana pelaku melancarkan aksi bejatnya.

Menurut MI, aksi pencabulan IS terhadap 20 siswinya bisa dilakukan dalam berbagai kesempatan. Bahkan, meski proses mengajar kepada siswa-siswinya berlangsung di tengah lapangan, IS masih bisa mengambil kesempatan untuk mencabuli siswinya.

"Ibarat kata mengambil kesempatan dalam kesempitan," ujar Ml saat ditemui di tempat kerjanya di kawasan kampus, Selasa (11/02).

Misalnya saat materi pelajaran tentang bola voli. Ketika ada siswi menanyakan teknik servis maupun menerima bola, ia mencuri-curi kesempatan sambil mempraktikkan cara servis kepada siswi.

"Di situ, IS langsung menyelipkan tangannya ke bagian depan tubuh siswi, meremas payudara atau menyentuhnya dengan cepat. Itu terjadi tidak hanya pada satu murid saja, melainkan beberapa siswi," ungkap Ml.

Masih kata Ml, perilaku IS tidak berhenti pada meremas saja. Bahkan, salah satu siswi ada yang diperlakukan seperti perempuan dewasa. "Ada siswi yang disuruh memainkan alat vital IS dengan tangannya hingga mencapai klimaks. Ada juga siswi yang dipangku sambil ditekankan ke vitalnya, ditambahkan memeras payudaranya, sampai klimaks," kata Ml secara detail.

Ml mengungkapkan, saat rapat tanggal 29 Januari lalu, salah seorang wali murid sempat menyeletuk di forum, jika ada seorang guru honorer berinisial Mg yang memergoki aksi cabul oleh IS tersebut, lalu direkam menggunakan Hp miliknya. "Dan kami para wali murid menghendaki agar Mg segera dihadirkan," pinta Ml.

Menanggapi permintaan wali murid, Irina Rosemaria selaku Kepala SDN 3 Kauman, dan Nanang D Priyono selaku Komite sekolah, saat itu berjanji akan menghadirkan Mg.

"Tapi nyatanya sampai sekarang tidak terwujud. Secara tidak langsung kami dialihkan pembicaraannya," cerita Ml.

"Video tersebut, sampai saat ini juga tidak terdeteksi keberadaannya, seperti hilang ditelan bumi, raib tak jelas keberadaannya. Bisa jadi dihapus," tambah Ml.

Ua (38), wali murid lain yang anaknya juga menjadi korban IS, turut membenarkan penuturan Ml. Ia menceritakan, ada dua siswi yang pernah dimasukkan ke ruangan UKS. Keduanya siswi kelas 4 dan kelas 3 di. "Dipangku dan digerayangi habis-habisan oleh IS, akhirnya keduanya merasa khawatir dan kesal dengan perbuatan cabul gurunya, langsung melarikan diri dari dekapan IS," ungkap UA.

Terkait hal ini, Ua dan Ml meminta agar IS dihukum untuk memberikan efek jera. "Jangan hanya ditarik ke kantor begitu saja. Bahkan sanksi pemecatan ASN tidak cukup, minimal harus dipenjara," tegas Ua.

Sementara Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, saat dihubungi wartawan terkait hal ini, menyampaikan jika pihaknya masih melakukan pendalaman. "Mohon bersabar teman media, karena proses penyelidikan," tukasnya saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan bahwa sanksi untuk IS akan diberikan sesuai PP 53 tahun 2010 yang mengatur tentang sanksi bagi ASN yang melanggar. "Sedangkan sisi hukumnya akan diproses Polres, jika IS terbukti melakukannya," ujar Sutiaji saat mengunjungi SDN Kauman 3, kemarin.

Di sisi lain, Aris Merdeka Sirait, Ketua Komnas Perlindungan Anak berharap kepada orang tua yang anaknya menjadi korban, supaya melapor ke Kepolisian. "Ini bukan sebuah aib, tapi aksi yang tidak semestinya terjadi, sehingga perlu dilaporkan. Jika orang tuanya tidak mensupport, menjadikan anak tidak memiliki keberanian saat kondisi mentalnya terkontaminasi," cetusnya.

Aris juga mendesak agar Pemkot dan Polres Malang Kota mengusut tuntas perkara pidana kejahatan seksual ini. Apalagi korbannya lebih dari 1 orang. "Dan orang yang menghalangi korban atau wali murid untuk melaporkan ke pihak berwajib, itu termasuk bagian dari perbuatan pidana," tandasnya.

"Untuk itu, pihak manapun tidak boleh ada yang menutup-nutupi akan permasalahan jahat. Ancamannya bisa dipidanakan, jika ada pihak yang menghalangi atau menutupinya," pungkasnya. (iwa/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Sabtu, 21 September 2019 15:30 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...