Minggu, 17 Februari 2019 09:45

Divonis Hukuman Percobaan 30 Hari, Kakek Pencabut 3 Pohon Pisang Gugat Balik

Selasa, 12 Februari 2019 00:30 WIB
Editor: Rosihan Choirul Anwar
Wartawan: Erri Sugianto
Divonis Hukuman Percobaan 30 Hari, Kakek Pencabut 3 Pohon Pisang Gugat Balik
Padla bersama istri dan anaknya yang masih kecil.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kasus pencabutan 3 pohon pisang dengan terdakwa kakek Padla (65), berlanjut.

Padla yang berprofesi sebagai penarik becak warga Dusun Duwek Tinggi, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan ini sebelumnya dilaporkan oleh Busiyeh dengan dugaan pengrusakan dan penyerobotan tanah sebagaimana dimaksud dan diatur dalam Pasal 406 KUHP dan PP No 51/1960. Padla dijatuhi hukuman percobaan 30 hari oleh hakim tunggal PN Pamekasan.

Senin (11/2), Padla ditemani istrinya yang buta dan anaknya, serta didampingi kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Pusat Advokasi Masyarakat Nusantara (LBH Pusara) Pamekasan mendatangi Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Kedatangannya ke PN Pamekasan bersama kuasa hukumnya untuk mengajukan gugatan balik terkait sertifikat tanah. "Saya akan melakukan gugatan balik terkait sertifikat tanah yang sudah dipecah oleh Busiyeh, tanpa sepengetahuan saya dan anak saya," ujar dia saat ditemui di Pengadilan Negeri Pamekasan, dengan pakaian masih basah dan berlumpur karena baru saja selesai mencari rumput.

Marsuto Alfianto, Ketua LBH Pusara yang selama ini mendampingi kasus Padla mengatakan, gugatan dilakukan pihaknya merupakan imbas dari laporan pidana yang dilakukan Busiyeh di Polres Pamekasan kepada Padla.

Alfian menyakini, Padla masih dianggap pemilik sah tanah. "Gugatan balik ini kami lakukan karena klien kami masih pemilik sah tanah," jelasnya.

Alfian menuturkan pihaknya selaku kuasa hukum Padla berupaya mengajukan gugatan hukum supaya tanah yang diklaim milik Padla dan terdapat sertifikat ganda dapat kembali ke pemilik asalnya, yakni atas nama Harun yang merupakan anak Padla.

"Harapannya isi dari gugatan yang kami ajukan yaitu memohon kepada Pengadilan Negeri Pamekasan berkenaan dengan sertifikat atas nama Busiyeh, supaya dibatalkan dan kami meminta kepada negara untuk tidak menutup mata terkait kasus ini," pungkas Alfian. (err/ros)

Tim PSC Dinkes Pacitan Siaga 24 Jam, Apa Saja Tugasnya?
Jumat, 01 Februari 2019 06:27 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mempunyai tim public safety center (PSC) yang siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apa saja tugas tim ini? Simak video berikut.
Rabu, 06 Februari 2019 13:59 WIB
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Menambah jumlah destinasi wisata buatan, sebuah desa di Jombang mengembangkan destinasi wisata tanaman. Di areal wisata ini, pengelola menyuguhkan ratusan aneka tanaman bunga yang menarik dan indah. Selain keindahan wisata...
Suparto Wijoyo
Rabu, 13 Februari 2019 10:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU, 13 Februari 2019 ini, Bude Khofifah Indar Parawansa dan Mas Emil E. Dardak dilantik di Istana Negara sebagai Gubernur-Wakil Gubernur periode 2019-2024. Ucapan selamat dan senyum mengembang diragam kesempatan beliau yang me...
Sabtu, 16 Februari 2019 11:20 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 24وَاخْفِضْلَهُمَاجَنَاحَالذُّلِّمِنَالرَّحْمَةِوَقُلْرَّبِّارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيٰنِيْصَغِيْرًاۗWaikhfidh...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...