Rabu, 21 Agustus 2019 04:25

Divonis Hukuman Percobaan 30 Hari, Kakek Pencabut 3 Pohon Pisang Gugat Balik

Selasa, 12 Februari 2019 00:30 WIB
Editor: Rosihan Choirul Anwar
Wartawan: Erri Sugianto
Divonis Hukuman Percobaan 30 Hari, Kakek Pencabut 3 Pohon Pisang Gugat Balik
Padla bersama istri dan anaknya yang masih kecil.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kasus pencabutan 3 pohon pisang dengan terdakwa kakek Padla (65), berlanjut.

Padla yang berprofesi sebagai penarik becak warga Dusun Duwek Tinggi, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan ini sebelumnya dilaporkan oleh Busiyeh dengan dugaan pengrusakan dan penyerobotan tanah sebagaimana dimaksud dan diatur dalam Pasal 406 KUHP dan PP No 51/1960. Padla dijatuhi hukuman percobaan 30 hari oleh hakim tunggal PN Pamekasan.

Senin (11/2), Padla ditemani istrinya yang buta dan anaknya, serta didampingi kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Pusat Advokasi Masyarakat Nusantara (LBH Pusara) Pamekasan mendatangi Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Kedatangannya ke PN Pamekasan bersama kuasa hukumnya untuk mengajukan gugatan balik terkait sertifikat tanah. "Saya akan melakukan gugatan balik terkait sertifikat tanah yang sudah dipecah oleh Busiyeh, tanpa sepengetahuan saya dan anak saya," ujar dia saat ditemui di Pengadilan Negeri Pamekasan, dengan pakaian masih basah dan berlumpur karena baru saja selesai mencari rumput.

Marsuto Alfianto, Ketua LBH Pusara yang selama ini mendampingi kasus Padla mengatakan, gugatan dilakukan pihaknya merupakan imbas dari laporan pidana yang dilakukan Busiyeh di Polres Pamekasan kepada Padla.

Alfian menyakini, Padla masih dianggap pemilik sah tanah. "Gugatan balik ini kami lakukan karena klien kami masih pemilik sah tanah," jelasnya.

Alfian menuturkan pihaknya selaku kuasa hukum Padla berupaya mengajukan gugatan hukum supaya tanah yang diklaim milik Padla dan terdapat sertifikat ganda dapat kembali ke pemilik asalnya, yakni atas nama Harun yang merupakan anak Padla.

"Harapannya isi dari gugatan yang kami ajukan yaitu memohon kepada Pengadilan Negeri Pamekasan berkenaan dengan sertifikat atas nama Busiyeh, supaya dibatalkan dan kami meminta kepada negara untuk tidak menutup mata terkait kasus ini," pungkas Alfian. (err/ros)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...