Jumat, 19 April 2019 16:27

Divonis Hukuman Percobaan 30 Hari, Kakek Pencabut 3 Pohon Pisang Gugat Balik

Selasa, 12 Februari 2019 00:30 WIB
Editor: Rosihan Choirul Anwar
Wartawan: Erri Sugianto
Divonis Hukuman Percobaan 30 Hari, Kakek Pencabut 3 Pohon Pisang Gugat Balik
Padla bersama istri dan anaknya yang masih kecil.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kasus pencabutan 3 pohon pisang dengan terdakwa kakek Padla (65), berlanjut.

Padla yang berprofesi sebagai penarik becak warga Dusun Duwek Tinggi, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan ini sebelumnya dilaporkan oleh Busiyeh dengan dugaan pengrusakan dan penyerobotan tanah sebagaimana dimaksud dan diatur dalam Pasal 406 KUHP dan PP No 51/1960. Padla dijatuhi hukuman percobaan 30 hari oleh hakim tunggal PN Pamekasan.

Senin (11/2), Padla ditemani istrinya yang buta dan anaknya, serta didampingi kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Pusat Advokasi Masyarakat Nusantara (LBH Pusara) Pamekasan mendatangi Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Kedatangannya ke PN Pamekasan bersama kuasa hukumnya untuk mengajukan gugatan balik terkait sertifikat tanah. "Saya akan melakukan gugatan balik terkait sertifikat tanah yang sudah dipecah oleh Busiyeh, tanpa sepengetahuan saya dan anak saya," ujar dia saat ditemui di Pengadilan Negeri Pamekasan, dengan pakaian masih basah dan berlumpur karena baru saja selesai mencari rumput.

Marsuto Alfianto, Ketua LBH Pusara yang selama ini mendampingi kasus Padla mengatakan, gugatan dilakukan pihaknya merupakan imbas dari laporan pidana yang dilakukan Busiyeh di Polres Pamekasan kepada Padla.

Alfian menyakini, Padla masih dianggap pemilik sah tanah. "Gugatan balik ini kami lakukan karena klien kami masih pemilik sah tanah," jelasnya.

Alfian menuturkan pihaknya selaku kuasa hukum Padla berupaya mengajukan gugatan hukum supaya tanah yang diklaim milik Padla dan terdapat sertifikat ganda dapat kembali ke pemilik asalnya, yakni atas nama Harun yang merupakan anak Padla.

"Harapannya isi dari gugatan yang kami ajukan yaitu memohon kepada Pengadilan Negeri Pamekasan berkenaan dengan sertifikat atas nama Busiyeh, supaya dibatalkan dan kami meminta kepada negara untuk tidak menutup mata terkait kasus ini," pungkas Alfian. (err/ros)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 17 April 2019 10:19 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU 17 April 2019 telah beranjak dari gawe demokrasi yang amat besar bagi Republik ini. Pemilu untuk memilih capres-cawapres, caleg DPR RI maupun DPRD dan insan DPD bagi kepentingan kepemimpinan lima tahun mendatang telah usai. ...
Sabtu, 13 April 2019 11:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesun...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...