Minggu, 21 Juli 2019 14:23

Wali Kota Sutiaji Beri Atensi Kasus Pedofilia Oknum Guru Olahraga di SDN Kauman 3

Senin, 11 Februari 2019 19:26 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Iwan Irawan
Wali Kota Sutiaji Beri Atensi Kasus Pedofilia Oknum Guru Olahraga di SDN Kauman 3
Wali Kota Malang Sutiaji saat meninjau kondisi SDN Kauman 3, selain mengklarifikasi kasus Pedofil dan ramai di media, dan kasusnya kini ditangani Reskrim Polres Makota, Senin (11/02). Foto: IWAN IRAWAN/BANGSAONLINE

MALANG, BANGSAONLINE.com - Kasus Pedofilia yang menimpa Bunga (10), nama samaran, siswi kelas V SDN Kauman 3 Malang, oleh seorang guru olahraga berinisial IS (59), menjadi atensi Wali Kota Drs H Sutiaji.

Didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang Totok Kasianto, M.Pd, Sutiaji mendatangi SDN Kauman 3 untuk mengklarifikasi permasalahan tersebut. "Sejauh mana faktanya di lapangan. Jika hal ini terbukti, maka ada PP nomor 53 yang sudah mengatur sanksi-sanksi apa yang patut diberikan," tuturnya.

Sementara untuk urusan hukumnya, Sutiaji menyerahkan terhadap Polres Malang Kota selaku yang berwenang.

Sementara Totok mengungkapkan, saat ini IS sudah ditarik dari SDN Kauman 3 dan ditempatkan ke Diknas bidang kantor pengawasan. Menurutnya, langkah ini sebagai bentuk pembinaan keputusan Wali Kota Malang.

Di sisi lain, Kepala SDN Kauman 3 Malang Irina Rosemaria enggan memberikan keterangan terkait kunjugan Wali Kota Malang kali ini. Ia ngeloyor pergi masuk ruangan kepala sekolah saat dicegat wartawan.

Sebelumnya SDN Kauman 3 melarang wali murid melaporkan adanya kasus pedofil tersebut. Komite SDN Kauman 3 Nanang D Priyono saat dikonfirmasi perihal larangan itu, menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan demi menjaga nama baik sekolah. "Maaf, kami sekadar mengimbau aja, agar dipikir-pikir dulu jika mau melapor, karena menyangkut nama baik sekolah," jawab Nanang.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menegaskan, pihaknya tetap memproses hukum pelaku pedofil, manakala cukup alat bukti. "Namun perkara ini masih terus kita dalami. Beberapa pihak terkait akan kita mintai keterangan, baik pihak sekolah atau lainnya, untuk mendukung pengungkapan kasusnya," tegas Kapolres.

"Hasil visum dan pengembangan penyelidikan, terus kita kembangkan. Bisa jadi korbannya tidak hanya seorang saja, melainkan banyak korban. Kita tunggu korban lainya untuk melaporkannya," sambungnya.

Sebelumnya, kasus ini dilaporkan oleh Mmd (45), salah seorang perwakilan dari orang tua korban, ke Mapolres Malang Kota. Ia berharap adanya penanganan dan penindakan serius dari pihak berwajib maupun dari Diknas Kota Malang. 

"Agar kasus serupa tidak terulang lagi, di mana pun berada seorang Pedofil di Kota Malang, khususnya di lingkungan pendidikan," pinta Mmd beberapa waktu lalu.

Menurut informasi dari beberapa narasumber, terhimpun di lapangan, jika IS melakukan tidak hanya pada seorang korban. Diperkirakan ada 20 anak yang menjadi korban dari IS. Bahkan sebelum di SDN Kauman 3, IS diduga sudah melakukan hal serupa saat bertugas di SDN Jodipan. (iwa/thu/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...