Selasa, 25 Juni 2019 19:47

Keroyok dan Rampas Barang Milik Suporter, Remaja Asal Surabaya Diamankan Polisi

Senin, 11 Februari 2019 16:54 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Keroyok dan Rampas Barang Milik Suporter, Remaja Asal Surabaya Diamankan Polisi
Korban digelandang ke Mapolres Blitar Kota. foto: AKINA/ BANGSAONLINE

BLITAR, BANGSAONLINE.com - MS (15) warga Perak, Surabaya diamankan petugas usai melakukan aksi pengeroyokan dan perampasan bersama empat rekannya. Aksi pengeroyokan dan perampasan barang milik suporter Persebaya U-17 ini dilakukan usai pertandingan final Piala Soeratin yang mempertemukan Persebaya U-17 vs Persipan Pandegelang, Sabtu (9/2/2019).

Kelima pelaku dan dua korban sebenarnya sama-sama suporter Persebaya U-17. Aksi pengeroyokan dipicu karena para pelaku merasa tersinggung akibat dipelototi kedua korban yang merupakan warga Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

"Awalnya mereka menonton final Piala Soeratin. Kemudian kelima pelaku bertemu dengan korban di luar stadion. Kelima pelaku merasa tersinggung karena merasa dipelototi oleh korban sehingga terjadi penganiayaan," ungkap Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar, Senin (11/2/2019).

Setelah dikeroyok di depan ruko selatan Stadion Supriyadi, kemudian pelaku meminta korban untuk melepas kaos jersey Persebaya yang dipakai korban, dan menukarnya dengan kaos milik pelaku yang sudah usang. Selain itu, pelaku juga merampas handphone dan uang milik kedua korban.

"Setelah mengeroyok korban. Pelaku kemudian merampas kaos yang dikenakan korban, HP, serta uang," imbuhnya.

Satu pelaku berinisial MS (15) warga Perak, Surabaya, berhasil diamankan petugas Satreskrim Polres Blitar Kota. Sementara empat pelaku lainnya buron. Satu di antaranya perempuan yang diakui sebagai pacar pelaku yang sudah tertangkap.

"Satu pelaku berhasil diamankan saat masih berada di sekitar Stadion Supriadi Kota Blitar. Sementara empat lainya masih dalam pencarian, yang mana satu di antaranya seorang perempuan," kata Adewira.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua korban mengalami luka di kepala dan hidung. Dari pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya tiga buah handphone, yakni satu milik pelaku, dua milik korban. Kemudian, satu buah pisau dapur dan dua kaos.

Pelaku dikenakan pasal 80 ayat 1 undang-undang nomer 35 tahun 2014 tentang tindak pidana kekerasan fisik terhadap anak atau pengeroyokan. Serta undang-undang darurat RI nomer 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam tanpa izin. (ina/rev)

Senin, 24 Juni 2019 12:08 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Novita Hardiny, istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin menegaskan kebersihan di kawasan wisata merupakan hal yang harus dijaga, baik oleh pemerintah, masyarakat, termasuk pengunjung wisata itu sendiri.Perny...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Sabtu, 22 Juni 2019 17:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepad...
Sabtu, 22 Juni 2019 13:55 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...