Senin, 30 Maret 2020 19:57

Usai Wadul ke Dewan, Massa Meluruk Rumah Warga Pro Kilang Minyak

Rabu, 30 Januari 2019 12:47 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Gunawan Wihandono
Usai Wadul ke Dewan, Massa Meluruk Rumah Warga Pro Kilang Minyak
Hadi saat membaca surat pernyataan yang intinya siap menolak pembangunan kilang minyak.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga melanjutkan aksi demo menolak pembangunan industri kilang minyak NGGR di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Usai demo di depan gedung DPRD Tuban memprotes penentuan lokasi (penlok), kali ini Rabu (30/1), massa bergeser menuju salah satu rumah warga yang mendukung pembangunan kilang.

Tujuan massa terfokus pada kediaman Hadi, salah satu warga Desa Rawasan, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Sebab, Hadi kedapatan memasang spanduk dukungan berdirinya kilang yang bertuliskan "Dukung Kilang Minyak Nek Cocok Regane".

Hal inilah yang membuat warga di lima desa terdampak yakni Desa Wadung, Sumurgeneng, Rawasan, Mentoso, dan Remen, naik pitam. "Jika tidak dilepas, kita tutup semua akses jalan masuk menuju rumah," ujar salah satu warga, Rabu (30/1).

Bahkan, warga juga meminta pemilik rumah menandatangani surat pernyataan yang isinya turut menolak berdirinya proyek kilang minyak kerja sama antara PT Pertamina Persero dengan Rosneft Oil Company Rusia itu. Jika tidak, maka warga mengancam akan menutup semua akses jalan yang dilalui oleh Hadi.

Saat didatangi warga, Hadi langsung meminta maaf kepada masyarakat. Ia berjanji untuk tidak lagi mendukung berdirinya kilang minyak tersebut, dan sepakat untuk ikut menolak berdirinya kilang minyak di desanya.

“Saya memang sering jual beli tanah, tapi mulai detik ini saya berjanji bahwa saya tidak akan mendukung berdirinya kilang minyak, saya minta maaf kepada seluruh masyarakat,” ungkap Hadi disaksikan seluruh masyarakat terdampak.

(Surat pernyataan yang dibuat dan ditandangani oleh Hadi)

Sementara itu, Eko Supriadi salah satu tetangga Hadi mengungkapkan, bahwa yang bersangkutan telah memasang banner dukungan itu sejak Sabtu (26/1) lalu. "Pak Hadi memasang banner pada Sabtu (26/01) lalu, tapi sekarang sudah di lepas. Dan kami tidak melarang Pak Hadi melakukan jual beli tanah. Tapi seluruh warga ring sepakat untuk tidak mendukung berdirinya kilang itu," papar Eko.

Terkait hal ini, Kepala Desa Rawasan, Hendro Hermawan berharap masyarakat lebih bijak menyikapi dinamika pro kontra pembangunan kilang minyak. Menurutnya, apa yang dilakukan Hadi dengan mendukung pembangunan tersebut wajar karena tiap-tiap warga mempunyai hak.

"Tapi sudah tidak ada masalah lagi, sekarang semua sudah beres. Permintaan warga sudah dituruti oleh pak Hadi," tukas Kades. (gun/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...