Minggu, 18 Agustus 2019 23:08

Pasca Banjir, Banyak Nelayan di Pacitan Belum Mendapatkan Bantuan

Rabu, 30 Januari 2019 12:33 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Pasca Banjir, Banyak Nelayan di Pacitan Belum Mendapatkan Bantuan
Sururi, salah seorang nelayan Pacitan yang mengaku belum mendapatkan bantuan. (foto: Yuniardi Sutondo/BO)

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Penanganan pasca banjir bandang November 2017 lalu sepertinya masih menyisakan pernik-pernik masalah yang hingga detik ini belum terselesaikan. Salah satunya, perihal kebangkrutan nelayan lokal yang kehilangan perahu dan peralatannya.

Mereka mengaku kecewa, lantaran dua hari pasca banjir itu sempat ada pendataan dari Dinas Perikanan Pacitan dan HNSI soal aset nelayan yang hilang atau rusak akibat dampak banjir.

"Namun sampai detik ini hanya sebatas pendataan semata. Kami mengira kalau pendataan itu akan dibarengi dengan pemberian bantuan peralatan, tapi tidak. Kami hanya mendapatkan santunan Rp 500 ribu," ujar Sururi, salah seorang nelayan tradisional di Pacitan, Rabu (30/1).

Sururi, warga Lingkungan Krajan Kidul Kelurahan Ploso Pacitan ini mengaku dampak dari bencana banjir lalu, satu perahu dan peralatan tangkap miliknya senilai kurang lebih Rp 80 juta hanyut terseret banjir. Akibatnya, ia pun tak bisa pergi melaut selama hampir dua bulan lebih.

"Saya akhirnya mengambil kredit ke koperasi nelayan dan mendapatkan Rp 30 juta. Kredit tersebut hanya bisa untuk membeli perahu dan peralatan tangkap bekas," keluh pria 50 tahun ini pada pewarta.

Sementara itu hingga berita ini ditulis, belum didapat konfirmasi dari Dinas Perikanan Pacitan. Namun menurut Ketua HNSI Pacitan, Damhudi, pihaknya memang sempat melakukan pendataan setelah terjadinya banjir tersebut. Namun menurutnya, pihaknya hanya sebatas mendampingi Dinas Perikanan.

"Setahu kami itu hanya sebatas pendataan dan tidak ada janji apapun dari Dinas Perikanan untuk memberikan bantuan," timpalnya di tempat terpisah.

Meski begitu, Damhudi berjanji akan membantu melakukan koordinasi dengan dinas terkait perihal keluhan yang dirasakan nelayan. "Insyaallah nanti akan kami koordinasikan dengan dinas terkait atas persoalan yang dialami para nelayan," tandas Damhudi. (yun/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...