Sabtu, 25 Mei 2019 14:58

Pasca Banjir, Banyak Nelayan di Pacitan Belum Mendapatkan Bantuan

Rabu, 30 Januari 2019 12:33 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Pasca Banjir, Banyak Nelayan di Pacitan Belum Mendapatkan Bantuan
Sururi, salah seorang nelayan Pacitan yang mengaku belum mendapatkan bantuan. (foto: Yuniardi Sutondo/BO)

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Penanganan pasca banjir bandang November 2017 lalu sepertinya masih menyisakan pernik-pernik masalah yang hingga detik ini belum terselesaikan. Salah satunya, perihal kebangkrutan nelayan lokal yang kehilangan perahu dan peralatannya.

Mereka mengaku kecewa, lantaran dua hari pasca banjir itu sempat ada pendataan dari Dinas Perikanan Pacitan dan HNSI soal aset nelayan yang hilang atau rusak akibat dampak banjir.

"Namun sampai detik ini hanya sebatas pendataan semata. Kami mengira kalau pendataan itu akan dibarengi dengan pemberian bantuan peralatan, tapi tidak. Kami hanya mendapatkan santunan Rp 500 ribu," ujar Sururi, salah seorang nelayan tradisional di Pacitan, Rabu (30/1).

Sururi, warga Lingkungan Krajan Kidul Kelurahan Ploso Pacitan ini mengaku dampak dari bencana banjir lalu, satu perahu dan peralatan tangkap miliknya senilai kurang lebih Rp 80 juta hanyut terseret banjir. Akibatnya, ia pun tak bisa pergi melaut selama hampir dua bulan lebih.

"Saya akhirnya mengambil kredit ke koperasi nelayan dan mendapatkan Rp 30 juta. Kredit tersebut hanya bisa untuk membeli perahu dan peralatan tangkap bekas," keluh pria 50 tahun ini pada pewarta.

Sementara itu hingga berita ini ditulis, belum didapat konfirmasi dari Dinas Perikanan Pacitan. Namun menurut Ketua HNSI Pacitan, Damhudi, pihaknya memang sempat melakukan pendataan setelah terjadinya banjir tersebut. Namun menurutnya, pihaknya hanya sebatas mendampingi Dinas Perikanan.

"Setahu kami itu hanya sebatas pendataan dan tidak ada janji apapun dari Dinas Perikanan untuk memberikan bantuan," timpalnya di tempat terpisah.

Meski begitu, Damhudi berjanji akan membantu melakukan koordinasi dengan dinas terkait perihal keluhan yang dirasakan nelayan. "Insyaallah nanti akan kami koordinasikan dengan dinas terkait atas persoalan yang dialami para nelayan," tandas Damhudi. (yun/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...