UMKM di Pasuruan ini Lestarikan Kue Lebaran Tradisional, Omzet Capai Rp90 Juta

UMKM di Pasuruan ini Lestarikan Kue Lebaran Tradisional, Omzet Capai Rp90 Juta Kue tradisional hasil UMKM di Desa Kedung Bendo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Di tengah maraknya persaingan industri kuliner modern, kue tradisional Lebaran tetap diminati masyarakat. Di Desa Kedung Bendo, Kecamatan Rejoso, aroma kue klasik masih menjadi daya tarik utama.

Tutik Dwi Suprapti, pelaku UMKM setempat, membuktikan bisnis kue tradisional tetap menjanjikan. Usaha rumahan yang dirintis sejak 25 tahun lalu dengan modal awal Rp300 ribu kini berkembang pesat, terutama menjelang Idulfitri. 

“Usaha ini sudah turun-temurun. Kami menjaga resepnya supaya rasanya tetap sama seperti dulu, karena pelanggan mencari cita rasa khas itu,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).

Setiap musim Lebaran, dapur produksinya mengolah puluhan kilogram adonan untuk memenuhi pesanan dari berbagai daerah. Produk yang dihasilkan antara lain semprit, ting-ting kacang, sagon, dan kue klasik lainnya. 

Harga grosir mulai Rp44 ribu per kg, dengan pemasaran hingga Jawa, Bali, dan Sulawesi. Momentum Lebaran menjadi puncak penjualan dengan omzet mencapai Rp90 juta. 

Selain memberi keuntungan, usaha ini juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar yang terlibat dalam produksi dan pengemasan. Kisah Tutik menunjukkan bahwa menjaga warisan rasa bukan hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi nyata. (maf/par/mar)