OJK Jatim Catat Kredit Tumbuh Positif, UMKM Jadi Perhatian

OJK Jatim Catat Kredit Tumbuh Positif, UMKM Jadi Perhatian Media Briefing Triwulan II 2026 yang digelar OJK Jatim.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Otoritas Jasa Keuangan () Jawa Timur mencatat kinerja sektor jasa keuangan hingga April 2026 tetap menunjukkan pertumbuhan positif di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.

Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis Jatim, Horas V.M. Tarihoran, memastikan hal tersebut.

Ia menjelaskan bahwa penyaluran kredit perbankan mencapai Rp628,02 triliun atau tumbuh 2,87 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didukung penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp840,77 triliun atau naik 5,78 persen yoy. 

“Kinerja industri perbankan Jawa Timur tetap stabil dan tumbuh positif. Rasio kecukupan modal atau CAR perbankan mencapai 32,92 persen, sementara rasio kredit bermasalah atau NPL gross masih terjaga pada level 3,72 persen,” paparnya dalam Media Briefing Triwulan II 2026 di Surabaya awal pekan ini.

Kredit modal kerja menjadi kontributor terbesar dengan Rp314,67 triliun (50,11 persen), disusul kredit konsumsi Rp198,90 triliun (31,67 persen), dan kredit investasi Rp114,45 triliun (18,22 persen). Dari sisi lapangan usaha, rumah tangga menyerap kredit terbesar Rp191,80 triliun, diikuti sektor perdagangan besar dan eceran.

memberi perhatian khusus pada kredit yang mencapai Rp230,93 triliun atau 36,77 persen dari total kredit perbankan di Jawa Timur. Namun, rasio NPL berada di level 5,45 persen, melampaui ambang batas ideal. 

“Hal ini menjadi perhatian bersama. Diperlukan penguatan kurasi usaha, peningkatan literasi dan edukasi keuangan, serta pengembangan ekosistem yang lebih kuat agar pelaku usaha dapat mengakses dan memanfaatkan pembiayaan perbankan secara produktif dan berkelanjutan,” kata Horas.

Kendati demikian, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menunjukkan kinerja positif dengan outstanding Rp67,76 triliun dan NPL 2,12 persen. Jawa Timur menempati peringkat kedua nasional dalam penyaluran KUR.

Di sektor pasar modal, Jawa Timur mencatat 57 emiten dengan kapitalisasi pasar Rp14,94 triliun. Provinsi ini menempati peringkat ketiga nasional jumlah Single Investor Identification (SID). Pertumbuhan investor reksa dana mencapai 60,47 persen yoy, sementara penghimpunan dana melalui Securities Crowdfunding (SCF) mencapai Rp65,79 miliar, naik 61,66 persen.

Industri Keuangan Nonbank (IKNB) juga stabil dengan pertumbuhan premi asuransi, peningkatan aset dana pensiun, serta peran perusahaan penjaminan dalam mendukung akses pembiayaan . menilai capaian ini sebagai sinyal positif bagi penguatan sektor jasa keuangan di Jawa Timur. (mid/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO