Rabu, 21 Agustus 2019 22:09

Jual Perhiasan Palsu, Tiga Warga Malang Dibekuk Polisi

Selasa, 29 Januari 2019 17:38 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Jual Perhiasan Palsu, Tiga Warga Malang Dibekuk Polisi
Ketiga tersangka saat diekspos di Mapolres Blitar. foto: AKINA/ BANGSAONLINE

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Tiga warga Malang dibekuk polisi. Ketiganya Yohanes Kustianti (42) dan Eko Pramurianto (26) warga Kalipare, Malang. Serta Agus Budiono (32) warga Pagelaran, Malang.

Komplotan ini kedapatan melakukan aksi penipuan di Blitar dengan modus jual beli perhiasan emas. Mereka diamankan usai bertransaksi di Pasar Kanigoro, Blitar.

Modusnya, ketiga pelaku menjual perhiasan emas lengkap dengan surat. Namun kondisi perhiasan yang dijual kandungan emasnya sangat rendah dan tidak sesuai dengan yang tertera di surat.

"Tiga tersangka diamankan saat melakukan transaksi. Di mana sebelumnya Polsek Kanigoro juga telah mendapat laporan jika ada yang menjual emas dengan kondisi kadar emasnya sangat rendah tak sesuai dengan yang tertera di surat," ungkap Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha, Selasa (29/1/2019).

Menurut dia, saat ini petugas kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini. Termasuk mencari pemasok perhiasan emas dan pembuat surat yang diakui tersangka berasal dari Jember.

"Kami sedang melakukan koordinasi dengan beberapa Polres untuk mengetahui dari mana asal muasal surat dan perhiasan didapat. Namun pengakuan sementara dari tersangka, barang ini didapat dari seseorang yang berada di Jember," ujarnya.

Tak hanya di Blitar, anggota komplotan ini mengaku telah menjual emas palsu di wilayah Tulungagung dan Trenggalek. Saat beraksi, mereka naik mobil Xenia warna putih dengan Nopol N 1002 FV yang disewa dari Malang.

Dari komplotan ini, polisi mengamankan sejumlah perhiasan berupa 5 buah cincin, 2 buah gelang emas palsu, dan uang tunai sebesar Rp 8.512.000. "Uang itu merupakan hasil penjualan mereka di Blitar dan Tulungagung. Mereka juga mengaku beraksi di Trenggalek," jelasnya. 

Aksi penipuan ini melanggar pasal 378 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal empat tahun penjara. (ina/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...