Senin, 01 Juni 2020 01:30

Jual Perhiasan Palsu, Tiga Warga Malang Dibekuk Polisi

Selasa, 29 Januari 2019 17:38 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Jual Perhiasan Palsu, Tiga Warga Malang Dibekuk Polisi
Ketiga tersangka saat diekspos di Mapolres Blitar. foto: AKINA/ BANGSAONLINE

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Tiga warga Malang dibekuk polisi. Ketiganya Yohanes Kustianti (42) dan Eko Pramurianto (26) warga Kalipare, Malang. Serta Agus Budiono (32) warga Pagelaran, Malang.

Komplotan ini kedapatan melakukan aksi penipuan di Blitar dengan modus jual beli perhiasan emas. Mereka diamankan usai bertransaksi di Pasar Kanigoro, Blitar.

Modusnya, ketiga pelaku menjual perhiasan emas lengkap dengan surat. Namun kondisi perhiasan yang dijual kandungan emasnya sangat rendah dan tidak sesuai dengan yang tertera di surat.

"Tiga tersangka diamankan saat melakukan transaksi. Di mana sebelumnya Polsek Kanigoro juga telah mendapat laporan jika ada yang menjual emas dengan kondisi kadar emasnya sangat rendah tak sesuai dengan yang tertera di surat," ungkap Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha, Selasa (29/1/2019).

Menurut dia, saat ini petugas kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini. Termasuk mencari pemasok perhiasan emas dan pembuat surat yang diakui tersangka berasal dari Jember.

"Kami sedang melakukan koordinasi dengan beberapa Polres untuk mengetahui dari mana asal muasal surat dan perhiasan didapat. Namun pengakuan sementara dari tersangka, barang ini didapat dari seseorang yang berada di Jember," ujarnya.

Tak hanya di Blitar, anggota komplotan ini mengaku telah menjual emas palsu di wilayah Tulungagung dan Trenggalek. Saat beraksi, mereka naik mobil Xenia warna putih dengan Nopol N 1002 FV yang disewa dari Malang.

Dari komplotan ini, polisi mengamankan sejumlah perhiasan berupa 5 buah cincin, 2 buah gelang emas palsu, dan uang tunai sebesar Rp 8.512.000. "Uang itu merupakan hasil penjualan mereka di Blitar dan Tulungagung. Mereka juga mengaku beraksi di Trenggalek," jelasnya. 

Aksi penipuan ini melanggar pasal 378 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal empat tahun penjara. (ina/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...