Selasa, 26 Maret 2019 08:07

Puluhan ASN di Pacitan Terancam Tak Naik Pangkat

Kamis, 24 Januari 2019 09:55 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Puluhan ASN di Pacitan Terancam Tak Naik Pangkat
Ilustrasi ASN.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 56 aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Pacitan hasil rekrutmen dari tenaga honorarium daerah (Honda) kategori II tahun 2013 lalu, terancam tak bisa naik pangkat. Para abdi negara itu tersebar di sejumlah OPD.

Hasil penelusuran wartawan, para mantan wiyata bakti itu sebelumnya dipekerjakan sebagai guru SD. Setelah ada kebijakan pengangkatan sebagai CPNS, mereka beralih fungsi dalam jabatan struktural dan ditempatkan di sejumlah OPD.

Alasannya, karena formalitas pendidikan mereka tidak linier. Sebagai contoh, saat menjadi wiyata bakti kebanyakan mereka berpendidikan D-I atau D-III pendidikan. Namun seiring waktu, banyak dari mereka yang menempuh pendidikan strata satu (SI) yang tidak serumpun dari pendidikan sebelumnya.

Atas dasar alasan itu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) saat itu dan Dinas Pendidikan mengambil kebijakan untuk mengalihkan fungsi mereka dari jabatan fungsional guru menjadi jabatan struktural. Lantaran mereka harus diangkat menjadiCPNS atas kebijakan pemerintah pusat.

Namun demikian, kebijakan peralihan fungsi tersebut konon tidak dibarengi dengan berita acara. Bahkan diduga, berkas pengalihan fungsi itu tidak ditembuskan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional II Surabaya. Tak ayal, setelah ada pengurusan kenaikan pangkat, mereka terancam tertunda. Bahkan tak bisa ada kenaikan pangkat.

Terkait persoalan tersebut, BP2KD Pacitan dikabarkan akan mengembalikan mereka dalam jabatan fungsional guru, agar proses kenaikan pangkat bisa terealisasi. Namun perlu dipahami, untuk bisa naik pangkat seorang guru harus memenuhi angka kredit mengajar. Padahal selama ini mereka ditempatkan dalam jabatan struktural.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis belum diperoleh konfirmasi dari instansi terkait. Saat dihubungi melalui ponselnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BP2KD Pacitan, Sakundoko masih berada di luar kota dalam rangka dinas.

"Saya sudah mendapatkan laporan soal itu. Namun sementara waktu kami belum bisa memberikan keterangan. Sebab, saat ini masih berada di luar kota dalam rangka dinas," ujarnya, Kamis (24/1). (yun/rd)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Sabtu, 23 Maret 2019 12:18 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag29. Walaa taj’al yadaka maghluulatan ilaa ‘unuqika walaa tabsuthhaa kulla albasthi fataq’uda maluuman mahsuuraanDan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengul...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...