Senin, 27 Mei 2019 03:02

Puluhan ASN di Pacitan Terancam Tak Naik Pangkat

Kamis, 24 Januari 2019 09:55 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Puluhan ASN di Pacitan Terancam Tak Naik Pangkat
Ilustrasi ASN.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 56 aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Pacitan hasil rekrutmen dari tenaga honorarium daerah (Honda) kategori II tahun 2013 lalu, terancam tak bisa naik pangkat. Para abdi negara itu tersebar di sejumlah OPD.

Hasil penelusuran wartawan, para mantan wiyata bakti itu sebelumnya dipekerjakan sebagai guru SD. Setelah ada kebijakan pengangkatan sebagai CPNS, mereka beralih fungsi dalam jabatan struktural dan ditempatkan di sejumlah OPD.

Alasannya, karena formalitas pendidikan mereka tidak linier. Sebagai contoh, saat menjadi wiyata bakti kebanyakan mereka berpendidikan D-I atau D-III pendidikan. Namun seiring waktu, banyak dari mereka yang menempuh pendidikan strata satu (SI) yang tidak serumpun dari pendidikan sebelumnya.

Atas dasar alasan itu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) saat itu dan Dinas Pendidikan mengambil kebijakan untuk mengalihkan fungsi mereka dari jabatan fungsional guru menjadi jabatan struktural. Lantaran mereka harus diangkat menjadiCPNS atas kebijakan pemerintah pusat.

Namun demikian, kebijakan peralihan fungsi tersebut konon tidak dibarengi dengan berita acara. Bahkan diduga, berkas pengalihan fungsi itu tidak ditembuskan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional II Surabaya. Tak ayal, setelah ada pengurusan kenaikan pangkat, mereka terancam tertunda. Bahkan tak bisa ada kenaikan pangkat.

Terkait persoalan tersebut, BP2KD Pacitan dikabarkan akan mengembalikan mereka dalam jabatan fungsional guru, agar proses kenaikan pangkat bisa terealisasi. Namun perlu dipahami, untuk bisa naik pangkat seorang guru harus memenuhi angka kredit mengajar. Padahal selama ini mereka ditempatkan dalam jabatan struktural.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis belum diperoleh konfirmasi dari instansi terkait. Saat dihubungi melalui ponselnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BP2KD Pacitan, Sakundoko masih berada di luar kota dalam rangka dinas.

"Saya sudah mendapatkan laporan soal itu. Namun sementara waktu kami belum bisa memberikan keterangan. Sebab, saat ini masih berada di luar kota dalam rangka dinas," ujarnya, Kamis (24/1). (yun/rd)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...