Jumat, 27 November 2020 06:52

Puluhan ASN di Pacitan Terancam Tak Naik Pangkat

Kamis, 24 Januari 2019 09:55 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Puluhan ASN di Pacitan Terancam Tak Naik Pangkat
Ilustrasi ASN.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 56 aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Pacitan hasil rekrutmen dari tenaga honorarium daerah (Honda) kategori II tahun 2013 lalu, terancam tak bisa naik pangkat. Para abdi negara itu tersebar di sejumlah OPD.

Hasil penelusuran wartawan, para mantan wiyata bakti itu sebelumnya dipekerjakan sebagai guru SD. Setelah ada kebijakan pengangkatan sebagai CPNS, mereka beralih fungsi dalam jabatan struktural dan ditempatkan di sejumlah OPD.

Alasannya, karena formalitas pendidikan mereka tidak linier. Sebagai contoh, saat menjadi wiyata bakti kebanyakan mereka berpendidikan D-I atau D-III pendidikan. Namun seiring waktu, banyak dari mereka yang menempuh pendidikan strata satu (SI) yang tidak serumpun dari pendidikan sebelumnya.

Atas dasar alasan itu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) saat itu dan Dinas Pendidikan mengambil kebijakan untuk mengalihkan fungsi mereka dari jabatan fungsional guru menjadi jabatan struktural. Lantaran mereka harus diangkat menjadiCPNS atas kebijakan pemerintah pusat.

Namun demikian, kebijakan peralihan fungsi tersebut konon tidak dibarengi dengan berita acara. Bahkan diduga, berkas pengalihan fungsi itu tidak ditembuskan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional II Surabaya. Tak ayal, setelah ada pengurusan kenaikan pangkat, mereka terancam tertunda. Bahkan tak bisa ada kenaikan pangkat.

Terkait persoalan tersebut, BP2KD Pacitan dikabarkan akan mengembalikan mereka dalam jabatan fungsional guru, agar proses kenaikan pangkat bisa terealisasi. Namun perlu dipahami, untuk bisa naik pangkat seorang guru harus memenuhi angka kredit mengajar. Padahal selama ini mereka ditempatkan dalam jabatan struktural.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis belum diperoleh konfirmasi dari instansi terkait. Saat dihubungi melalui ponselnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BP2KD Pacitan, Sakundoko masih berada di luar kota dalam rangka dinas.

"Saya sudah mendapatkan laporan soal itu. Namun sementara waktu kami belum bisa memberikan keterangan. Sebab, saat ini masih berada di luar kota dalam rangka dinas," ujarnya, Kamis (24/1). (yun/rd)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Jumat, 06 November 2020 10:34 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...