Rabu, 24 Juli 2019 01:46

Tanggul Sungai Sadar Ambrol, Wawali Minta BBWS Tanggungjawab

Rabu, 23 Januari 2019 15:44 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
Tanggul Sungai Sadar Ambrol, Wawali Minta BBWS Tanggungjawab
Wawali Mojokerto bersama Aparatur Organisasi Pemerintah Daerah Kota Mojokerto ketika sidak tanggul yang longsor. Wawali desak BBWS tanggung jawab. (foto: YUDI EP/BO)

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Warga Kota Mojokerto kini ketar-ketir menyusul longsornya tanggul sungai Sadar di Lingkungan Kuti, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Selasa (22/1) kemarin malam.

Tak main-main, panjang permukaan tanggul yang longsor mencapai kurang lebih 20 meter. Labilnya area tanggul ini, diduga akibat normalisasi sungai yang kini telah bergerak ke timur di Kecamatan Mojosari.

Menurut Lurah Gunung Gedangan Fatoni, ambrolnya tanggul sungai diduga akibat hujan deras yang menguyur wilayahnya. "Dugaan sementara hujan deras sehingga volume air naik dan mengerus bawah tanggul," katanya, Rabu (23/1).

Dari pengamatan, tanggul sungai sadar ambrol berada di Kuti RT 1 RW 5 tak jauh dari jembatan Kuti. Tanggul ambrol selebar sekitar 20 meter. Tembok tanggul longsor ke sungai, tanah yang berada di atas tanggul juga terlihat retak. Terlihat sejumlah orang tengah memperbaiki. Mereka melakukan pengurukan dengan batu sisa dari tembok tanggul.

Mendengar kabar adanya tanggul sungai sadar ambrol, Wakil Wali Kota Mojokerto Ahmad Rizal langsung datang ke lokasi. Bersama Satpol PP, camat dan, lurah, orang nomer dua di Pemkot ini langsung meninjau lokasi.

Ia juga berdialog dengan warga yang rumahnya berada di samping tanggul. "Kondisi tanggul memang menggantung sejak adanya normalisasi sungai, sehingga ini tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS)," katanya.

Rizal menjelaskan sejak adanya proyek normalisasi sungai sadar pada tahun 2018 lalu, sejumlah tanggul kondisinya memang kritis. Tak hanya itu, kondisi tanggul memang menggantung dan rawan ambrol lantaran dikeruk.

"Memang imbasnya seperti ini tapi kita sudah berkoordinasi dengan pihak terkait yakni Balai Besar Sungai Brantas (BBWS)," jelasnya.

Untuk itu tambah Rizal, pihaknya sudah berkirim surat agar BBWS memprioritaskan pengerjaan pembangunan tanggul sungai yang ambrol.

Memang, tambah Rizal saat ini pengerjaan tanggul masih berada di wilayah timur atau sekitar wilayah Kabupaten Mojokerto, sehingga ia meminta BBWS lebih dulu mengerjakan titik tanggul yang ambrol ini."Sudah ada respon dari BBWS, termasuk mereka orang suruhan BBWS," tambahnya.

Ia meminta agar warga sekitar tanggul sungai Sadar tidak perlu cemas. Ia menjamin jika ada tanggul ambrol akan ada respon cepat dari BBWS. "Kita juga meminta BBWS menginventarisir titik-titik mana saja yang rawan ambrol. Jadi, ketika sudah terpetakan penanganannya bisa cepat, sehingga warga tidak perlu khawatir," tukasnya. (yep/dur) 

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...