Wawali Mojokerto bersama Aparatur Organisasi Pemerintah Daerah Kota Mojokerto ketika sidak tanggul yang longsor. Wawali desak BBWS tanggung jawab. (foto: YUDI EP/BO)
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Warga Kota Mojokerto kini ketar-ketir menyusul longsornya tanggul sungai Sadar di Lingkungan Kuti, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Selasa (22/1) kemarin malam.
Tak main-main, panjang permukaan tanggul yang longsor mencapai kurang lebih 20 meter. Labilnya area tanggul ini, diduga akibat normalisasi sungai yang kini telah bergerak ke timur di Kecamatan Mojosari.
BACA JUGA:
- Pria Asal Jombang Ditemukan Meninggal di Depan Musala Hotel Tegalsari Mojokerto
- BPJS Kesehatan Mojokerto Gandeng Media Perkuat Edukasi Program JKN
- DPRD Kabupaten Mojokerto Soroti Kelalaian Perlindungan Kerja, Perusahaan Diminta Tanggung Jawab
- 2.500 Siswa Ikuti Try Out TKA di Ponpes Amanatul Ummah, Ini Pesan Bupati Mojokerto
Menurut Lurah Gunung Gedangan Fatoni, ambrolnya tanggul sungai diduga akibat hujan deras yang menguyur wilayahnya. "Dugaan sementara hujan deras sehingga volume air naik dan mengerus bawah tanggul," katanya, Rabu (23/1).
Dari pengamatan, tanggul sungai sadar ambrol berada di Kuti RT 1 RW 5 tak jauh dari jembatan Kuti. Tanggul ambrol selebar sekitar 20 meter. Tembok tanggul longsor ke sungai, tanah yang berada di atas tanggul juga terlihat retak. Terlihat sejumlah orang tengah memperbaiki. Mereka melakukan pengurukan dengan batu sisa dari tembok tanggul.
Mendengar kabar adanya tanggul sungai sadar ambrol, Wakil Wali Kota Mojokerto Ahmad Rizal langsung datang ke lokasi. Bersama Satpol PP, camat dan, lurah, orang nomer dua di Pemkot ini langsung meninjau lokasi.
Ia juga berdialog dengan warga yang rumahnya berada di samping tanggul. "Kondisi tanggul memang menggantung sejak adanya normalisasi sungai, sehingga ini tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS)," katanya.






