Selasa, 26 Mei 2020 08:03

Wali Kota Pasuruan Nonaktif jadi Saksi Sidang Penyuap Dirinya

Senin, 21 Januari 2019 19:15 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Wali Kota Pasuruan Nonaktif jadi Saksi Sidang Penyuap Dirinya
Wali Kota Pasuruan Nonaktif Setiyono (paling kanan berjaket hitam) saat mengikuti sidang.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Pasuruan nonaktif Setiyono menjadi saksi sidang dengan terdakwa yang menyuap dirinya, yaitu Muhamad Baqir, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Jalan Raya Juanda Kabupaten Sidoarjo, Senin (21/1).

Setiyono menjadi saksi bersama empat orang lainnya. Empat saksi lain adalah Ketua Pokja 2 Bagian Layanan dan Pengadaan (BLP) Kota Pasuruan Agus Widodo, Kepala BLP Njoman Swasti, Kepala Dinas Koperasi Siti Amini, dan Mahfudi Hidayat

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim I Wayan Sosiawan ini adalah dalam kasus suap oleh kontraktor Muhamad Baqir kepada Setiyono senilai Rp 115 juta. Uang itu adalah bagian dari suap sebesar 10 persen atas proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi dan Usaha Mikro di Pemerintah Kota Pasuruan. Anggaran proyek senilai Rp 2,3 miliar tersebut pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018.

Namun dalam persidangan ini Setiyono lebih banyak menggelengkan kepala saat ditanya jaksa penuntut dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Demikian pula saat ditanya besaran fee atas proyek itu, Setiyono juga menggelengkan kepala dan menjawab dengan kata “mungkin”. Ketua Majelis Hakim I Wayan Sosiawan kemudian memotong tanya jawab jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi dengan Setiyono tersebut.

“Jangan (ucapkan) mungkin. Kalau nggak tahu, jawab tidak tahu. Ini sudah ada di BAP lho, sudah saudara paraf,” kata Wayan.

Sementara itu terdakwa M Baqir mengakui bahwa fee proyek untuk Wali Kota Setiyono adalah 10 persen. Lima persen dibayar di muka dan sisanya di bayar di belakang. Pengakuan M Baqir ini ditegaskan saat jaksa KPK menunjukkan rekaman telepon M Baqir terkait permintaan fee tersebut. M Baqir adalah Direktur CV Mahadir yang memenangkan proyek tersebut.

Selain Setiyono dan M Baqir, dalam kasus ini KPK juga menetapkan staf ahli sekaligus pelaksana harian Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pasuruan Dwi Fitri Nurcahyo dan staf Kelurahan Purutrejo Wahyu Tri Hardianto sebagai tersangka. (cat/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Sabtu, 23 Mei 2020 23:28 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*21. Unzhur kayfa fadhdhalnaa ba’dhahum ‘alaa ba’dhin walal-aakhiratu akbaru darajaatin wa-akbaru tafdhiilaanPerhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan ...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...