Perbaikan jalan Surabaya-Mojokerto di Desa Suwaluh yang sempat ditanami batang pisang, siang ini. foto: YUDI EP/ BANGSAONLINE
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Kerusakan ruas jalan protokol Surabaya-Mojokerto terus meluas. Tingginya intensitas hujan di awal tahun ini disebut-sebut menjadi andil kerusakan jalan yang kini telah merambah kawasan Mojokerto itu.
Rendahnya kualitas material aspal bahkan dianggap bisa berpengaruh terhadap umur jalan yang menjadi kewenangan Satuan Kerja Pekerjaan Jalan Nasional (PJN) Metropolitan II itu.
BACA JUGA:
- Pria Asal Jombang Ditemukan Meninggal di Depan Musala Hotel Tegalsari Mojokerto
- BPJS Kesehatan Mojokerto Gandeng Media Perkuat Edukasi Program JKN
- DPRD Kabupaten Mojokerto Soroti Kelalaian Perlindungan Kerja, Perusahaan Diminta Tanggung Jawab
- 2.500 Siswa Ikuti Try Out TKA di Ponpes Amanatul Ummah, Ini Pesan Bupati Mojokerto
Gerusan air hujan sejak sebulan terakhir telah membuat akses gratis yang seakan dianak-tirikan pasca beroperasinya tol Surabaya-Kertosono itu menjadi area berkubang. Puluhan lubang dengan kedalaman bervariasi hingga 10 cm menjadi ancaman mematikan bagi pengendara kendaraan bermotor khususnya roda dua.
"Iku aspal baru.....malah seng lawas awet," sindir pemilik akun Restu Dekha di sebuah sosial media, Senin (21/01/2019).
Sejak tayang di media ini, kasus kerusakan jalan poros ini menjadi viral sosmed. Sejumlah netizen mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Beberapa penggiat lalu lintas bahkan memberi tanda pada badan jalan yang rusak dengan cat semprot.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




