Minggu, 29 Maret 2020 18:58

​Komisi E Dukung Pendidikan Kebencanaan Masuk Kurikulum

Jumat, 11 Januari 2019 19:27 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Komisi E Dukung Pendidikan Kebencanaan Masuk Kurikulum
Moch Eksan, Anggota Komisi E DPRD Jatim. Foto: DIDI ROSADI/BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bencana alam yang terjadi mulai Lombok, Palu, Donggala hingga yang terbaru di Pandeglang dan Lampung Selatan membuat publik prihatin. Pasalnya bencana itu tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian materi. Tetapi juga korban jiwa dan luka-luka yang tidak sedikit. Belum lagi trauma psikis yang harus ditanggung seumur hidup.

Berkaca dari kondisi tersebut, DPRD Jawa Timur berharap warga Jawa Timur harus lebih siap menghadapi kemungkinan datangnya bencana alam yang bisa datang setiap saat. Apalagi kondisi alam di Jatim berpotensi bencana alam seperti banjir, longsor, gunung meletus hingga tsunami.

Karena alasan itu, anggota Komisi E DPRD Jatim, Moch Eksan berharap adanya pendidikan kebencanaan yang diajarkan kepada warga Jawa Timur. Bahkan dirinya mendukung pendidikan kebencanaan masuk dalam kurikulum pendidikan dan pengajaran di sekolah. Dengan demikian, setiap orang mampu menghadapi resiko bencana yang bisa datang setiap saat.

"Saya mendukung ide Presiden Jokowi yang memasukan edukasi dan mitigasi bencana dalam kurikulum. Saya berharap pendidikan kebencanaan diajarkan di sekolah, mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Kalau perlu siswa taman kanak-kanak (TK) juga sudah diajarkan," tutur Eksan, Jumat (11/1).

Anggota Fraksi NasDem-Hanura ini menyontohkan, Jepang adalah negara yang paling sering dilanda bencana alam. Namun hampir setiap terjadi bencana minim korban dan kerusakan fisik. Hal itu karena sejak lama Jepang mengajarkan warganya tentang pendidikan kebencanaan. Sehingga mereka paham apa yang harus dilakukan saat dan panca bencana terjadi.

Eksan menilai langkah preventif itu dilakukan karena pemerintah Jepang menyadari kondisi alam mereka yang rawan gempa dan gunung meletus. Karena itu, bangunan di sana juga dirancang tahan terhadap gempa bumi maupun gempa vulkanik.

"Masyarakat Jepang bisa menjadi contoh bagaimana kesiapan mereka dalam menghadapi bencana alam. Mereka tidak panik lagi ketika bencana datang, karena sudah memiliki pengetahuan tentang kebencanaan. Saya kira itu patut kita contoh," imbuh politikus asal Jember itu.

Eksan melanjutkan, nantinya pendidikan kebencanaan bisa melibatkan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR maupun Tagana yang sudah terlatih dan terampil menghadapi situasi bencana. Tapi bisa juga melibatkan guru-guru di sekolah yang sudah mendapatkan pelatihan kebencanaan dari instruktur maupun lembaga yang memiliki kemampuan dalam menanggulangi bencana.

Menurut Eksan, aparat TNI-Polri juga bisa dilibatkan dalam mengajarkan pendidikan kebencanaan. Karena mereka punya keahlian dan alat yang lengkap. Tentunya ada pendampingan juga dari pihak sekolah maupun instansi terkait.

"Dengan kemampuan dan ketrampilan siswa menghadapi bencana. Mereka bisa menjadi satgas bencana di lingkungannya. Kemampuan itu bisa ditularkan pula ke warga di sekitar siswa tinggal. Sehingga ke depan Jatim menjadi provinsi dengan kemampuan memanejemen bencana," pungkas Wakil Sekretaris PCNU Jember ini. (mdr/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...