Peserta Ajang Kompetisi Sains Remaja Amanantul Ummah (AKSARA) TKA se-Jawa Timur yang digelar di Student Centre Pacet Mojokerto, Ahad (29/3/2026) pagi, membludak. Foto: MMA/bangsaonline
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, mengaku prihatin atas hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Jawa Timur yang kalah dengan daerah lain. Terutama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“Jawa Timur kalah dengan Yogyakarta,” ujar Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto saat menyampaikan sambutan di depan para siswa-siswi MTs dan SMP peserta Ajang Kompetisi Sains Remaja Amanantul Ummah (AKSARA) TKA se-Jawa Timur, Ahad (29/3/2026) pagi.
BACA JUGA:
- Luar Biasa! 318 Santri Amantul Ummah Lolos UTBK-SNBT, Banyak yang Hafal Quran
- Amirulhaj Prof Kiai Asep: Wukuf di Arafah Waktu Mustajab, Malaikat juga Ikut Mintakan Ampunan
- Amanatul Ummah Terima Sapi Kurban Presiden, Wapres, Gubernur, Wagub, Sekda, PAN, BPN, & Wali Santri
- Amirulhaj Tinjau Adahi, Kiai Asep Pastikan Penyembelihan Dam Jemaah Haji Sah Secara Syariah
Acara itu digelar di Student Centre Pacet Mojokerto. Yaitu gedung yang baru dibangun oleh Kiai Asep untuk fasilitas olahraga para santri Amanatul Ummah. Gedung yang menghabiskan beaya miliaran rupiah itu juga untuk pertemuan berskala besar.
Dalam acara itu hadir Gus Ilyas, putra Kiai Asep, yang memimpin Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) dan SMA Berbasis Pesantren (BP) serta unit pendidikan di bawah Amanatul Ummah lainnya. Juga hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokekrto Lutfi serta para ustadz Amanatul Ummah.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, saat memberikan pengarahaan dalam acara Ajang Kompetisi Sains Remaja Amanantul Ummah (AKSARA) TKA se-Jawa Timur yang digelar di Student Centre Pacet Mojokerto, Ahad (29/3/2026) pagi, membludak. Foto: MMA/bangsaonline
Memang skor akademik tertinggi TKA 2025 didominasi DIY. Provinsi yang dipimpin Sultan Hemengkubuwono X itu meraih nilai tertinggi se-Indonesia dengan rata-rata 43,09.
“Kecuali Amanatul Ummah yang nilainya istimewa dan baik. Andakan sekolah-sekolah SMA di Jawa Timur itu sama nilai TKA-nya dengan Amanatul Ummah pasti Jawa Timur nomor satu,” ujar Kiai Asep.
DIY konsisten di posisi pertama dengan nilai rerata tinggi (Bahasa Indonesia ~65,89, Matematika ~41,14–43,09) dan persentase pendaftar tertinggi (~95%).
Sedangkan DKI Jakarta sangat kuat di Bahasa Inggris (~33,23) dan Bahasa Indonesia (~63,39).
Kmudian Jawa Tengah menempati posisi atas dalam penguasaan Matematika (~39,16) dan Bahasa Indonesia (~61,56)
Kiai Asep tak ingin kekalahan Jawa Timut itu terus terjadi. Karena itu kiai miliarder tapi dermawan itu lalu berisiatif menggelar AKSARA TKA untuk siswa-siswi MTs dan SMP se-Jawa Timur.
“Acara ini diadakan untuk melatih mental siswa-siswi SMP dan MTs agar siap berkompetisi dalam menghadapi dan mengikuti TKA yang akan dimulai pada tanggal 6 April minggu depan,” ujarnya.
Ternyata peserta AKSARA TKA yang digelar Lembaga Pendidikan Unggulan Amantul Ummah itu membludak.

Peserta Ajang Kompetisi Sains Remaja Amanantul Ummah (AKSARA) TKA se-Jawa Timur yang digelar di Student Centre Pacet Mojokerto, Ahad (29/3/2026) pagi, membludak. Foto: MMA/bangsaonline
Pantauan BANGSAONLINE, ribuan siswa-siswi itu tampak didampingi para guru dari sekolah masing-masing. Yang menarik, mereka selain bisa mengikuti ajang prestasi secara gratis juga mendapat konsumsi yang juga gratis. Bahkan soal-soal yang diujikan juga boleh dibawa pulang.
“Nanti soalnya bisa dibawa pulang. Kemudian sekolah masing-masing mengadakan tryout lagi dan tryout terakhir langsung pakai komputer dan laptop, agar terbiasa terbiasa mengerjakan soal dengan laptop,” ujar Kiai Asep yang tahun lalu mendapat penghargaan Bintang Maha Putra Nararya dari Presiden RI Prabowo Subianto.
“Agar bisa meraih nilai Istimewa sehingga Jawa Timur menjadi baik untuk tingkat MTs dan SMP-nya,” tambah Kiai Asep.
Putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu tampak sangat penduli terhadap kualitas pendidikan generasi bangsa. “Minggu depan saya akan mengadakan lagi untuk anak-anak SD. Pesertanya juga ribuan,” kata Kiai Asep.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




