Minggu, 20 Januari 2019 23:15

7 Jabatan Pimpinan OPD di Pamekasan Kosong di Awal Tahun 2019

Kamis, 10 Januari 2019 23:18 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Erry Sugianto
7 Jabatan Pimpinan OPD di Pamekasan Kosong di Awal Tahun 2019

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Jabatan pimpinan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan memasuki awal tahun 2019 ini mengalami krisis. Sebanyak 7 kursi jabatan eselon II di Kabupaten Pamekasan dipastikan mengalami kekosongan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Pamekasan, melalui (Kepala Bidang) Kabid Mutasi, Sri Puja Astutik.

"Ada 7 jabatan pimpinan tinggi pratama yang kosong. Di antaranya jabatan Sekretaris Daerah, Inspektorat, Dua Staf Ahli, satu Asisten, juga Kepala Badan Perencanaan Pembangun Daerah (Bappeda), dan Kepala Dinas Pertanian," jelasnya, Kamis (10/01/19).

Ia menjelaskan, kekosongan kursi tersebut lantaran banyak pejabat yang sudah purnatugas, kecuali Inspektur yang sudah ditangkap KPK sejak Agustus 2017 lalu. "Rata-rata memang memasuki masa pensiun, hanya inspektur yang tersangkut masalah," tutur Tutik.

Tutik menambahkan, pada bulan Maret mendatang kekosongan pejabat Eselon II akan bertambah menjadi sembilan. Pasalnya, jabatan Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) juga akan berakhir pada 1 Maret 2019.

Sedangkan proses mutasi dalam waktu dekat belum bisa dilakukan, lantaran masa Jabatan Bupati Pamekasan belum memasuki waktu enam bulan sejak pelantikan. Tutik menjelaskan ada tahapan untuk pengisian jabatan maupun pergeseran eselon II. Salah satunya harus mendapatkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Pendaftarannya juga dilakukan terbuka dan melalui tahapan seleksi.

"Kalau itu sebenarnya wewenang Bupati, bisa sih dalam waktu dekat, dengan syarat ada izin tertulis dari Menteri Dalam Negeri," terangnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pamekasan, Rize Ikhwan Muttaqin berharap rotasi pejabat Eselon II di Kabupaten Pamekasan dilakukan berdasarkan kemampuan di bidangnya. Ia juga menyarankan pemkab menggeser pimpinan OPD yang tidak inovatif dan terkesan mempersulit program pemerintah.

"Kursi pejabat harus diisi dengan sosok yang mampu menerjemahkan program bupati, sehingga program pemerintah tidak amburadul," harap Wawan, panggilan akrab dari Ketua DPD Partai Golkar Pamekasan tersebut. (err/rev)

Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Rabu, 16 Januari 2019 09:58 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*17 JANUARI 2019 diagendakan pagelaran akbar berdemokrasi yang konon dinanti banyak orang. Konon saja mengingat situasinya sudah dipahami oleh khalayak mengenai materi yang diperbincangkan, bukan yang diperdebatkan. Inilah pe...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...