Jumat, 19 Juli 2019 22:21

Polresta Sidoarjo Gelar 26 Adegan Pembunuhan Bayi yang Dikubur Hidup-hidup

Rabu, 09 Januari 2019 18:14 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy
Polresta Sidoarjo Gelar 26 Adegan Pembunuhan Bayi yang Dikubur Hidup-hidup
Pelaku saat memperagakan salah satu adegan dalam rekonstruksi yang digelar oleh Polresta Sidoarjo.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Satreskrim Polresta Sidoarjo menggelar rekonstruksi penguburan bayi hidup-hidup sebanyak 26 adegan, di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Wagir, Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Rabu (9/1).

Dalam rekonstruksi yang dilakukan RM (18), pelaku pengubur bayi hidup-hidup asal Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo itu memeragakan sebanyak 26 adegan. Mulai dari bayi dilahirkan oleh kekasihnya yaitu ML (18), sampai penguburan bayi itu sendiri.

"Rekonstruksi ini untuk memastikan fakta-fakta persesuaian yang terjadi di TKP," ucap Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris, saat di lokasi rekonstruksi, Rabu (9/1).

Saat rekonstruksi dan pemeriksaan petugas, ternyata ada satu perbedaan yakni, pelaku mengubur bayinya menggunakan linggis. 

"Di sini yang agak berbeda, ternyata yang bersangkutan mengubur bayinya menggunakan linggis, itu tidak diungkapkan sebelumnya," cetus.

ML (18), ibu bayi dan merupakan kekasih RM terpaksa tidak diikutsertakan dalam proses rekonstruksi tersebut. Karena keadaan ML masih dalam kondisi perawatan. "Ibu bayi masih dalam perawatan di rumahnya. Kondisi psikologisnya juga masih agak terganggu syok atas kejadian itu," urainya.

Harris juga menambahkan bahwa kejadian tersebut termasuk pembunuhan berencana. Maka, tersangka dijerat pasal berlapis tetantang undang-undang perlindungan anak dan tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara

"Kita tetapkan pasal 80 ayat 3 Undang-undang perlindungan anak, kita lapiskan dengan undang-undang KUHP pasal 340 tentang pembunuhan berencana," pungkasnya.

Seperti diketahui, penguburan bayi hidup-hidup itu terjadi pada Minggu (30/12) sore. Awalnya, RM dan ML serta dua temannya hendak menuju rumah ML guna memberitahukan kepada orang tua ML. Saat di perjalanan, mereka berempat berhenti di sebuah warung yang lokasinya tidak jauh dengan makam.

Tersangka RM kemudian berjalan ke arah makam dan membuat galian. Setelah itu, RM kembali ke warung tempat mereka berhenti untuk mengambil paksa bayi yang waktu itu digendong ML. Saat dibawa ke makam, ML keberatan sehingga membuntuti RM.

RM lantas memasukkan bayinya ke dalam lubang dan menimbun bayinya dengan tanah. Sebelum dan sesudah mengubur bayinya tersebut, mereka berdua terlibat cekcok hingga mengakibatkan kedua temannya pulang karena tidak sesuai dengan rencana awal yaitu membawa ke rumah ML untuk diberitahukan kepada orang tua ML.

Nah, pada hari Selasa (1/1), RM kembali lagi ke makam tersebut sambil membawa cetok dengan niat memindah bayinya yang sudah meninggal itu untuk dikubur di pemakaman kawasan Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo sampai kasus tersebut berhasil diungkap setelah ada orang yang melapor. (cat/ian) 

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...