Senin, 18 Maret 2019 23:50

Kantor KPU Ngawi Digeruduk Massa 'Tikus Pithi', Minta Ada Capres Independen

Kamis, 03 Januari 2019 12:55 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Zainal Abidin
Kantor KPU Ngawi Digeruduk Massa
Aksi puluhan massa kelompok "Tikus Pithi" saat demo di depan KPU Ngawi. foto: ZAINAL ABIDIN/ BANGSAONLINE

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi didemo puluhan orang, Kamis (03/01/2019) pagi sekitar jam 09.00 WIB. Massa yang mengatasnamakan kelompok "Tikus Pithi" ini menggelar aksi damai untuk menyuarakan aspirasinya.

Mereka melakukan orasi meminta agar KPU Ngawi mengakomodir aspirasinya dalam Pilpres 2019, yakni mengajukan calon presiden dan wakil presiden independen, alias nonparpol. Sambil menyanyikan lagu dan yel-yel, mereka terus berorasi menyampaikan aspirasinya.

"Aksi ini kita lakukan secara serentak di seluruh Indonesia, yang berarti keberadaan kita memang ada dan siap untuk turut serta dalam pemilihan capres mendatang," jelas Saifuddin, korlap aksi di depan awak media, Kamis (03/01).

Saifuddin mengaku pihaknya telah mengumpulkan identitas (KTP) sebagai salah satu persyaratan untuk mengajukan capres-cawapres independen. Untuk wilayah Ngawi, ia mengklaim sudah siap sekitar tiga ribuan anggota yang menghendaki adanya kelompok independen tersebut. Adapun calon presiden yang diajukan adalah Tuntas Subagyo, warga dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

"Kalau saat pemilihan daerah dari independen dapat berpartisipasi, kenapa untuk pemilihan kepala negara tidak bisa? Kita berharap dari KPU dapat mengakomodir aspirasi ini," terang Saifuddin.

(Ketua KPU Ngawi saat menerima memberikan penjelasan kepada massa)

Setelah melakukan orasi selama hampir satu jam, akhirnya para peserta aksi ditemui ketua KPU Ngawi, Samsul Wathoni. Di depan para massa, Samsul Wathoni menerima yang menjadi aspirasi mereka. Ia berjanji akan membahas usulan tersebut dengan KPU RI.

"Kita terima apa yang menjadi aspirasi mereka. Akan tetapi KPU Ngawi tidak punya kewenangan untuk memutuskan, dan semua sudah diatur dalam undang-undang," urai Mas Toni sapaan Ketua KPUD Ngawi saat ditemui Bangsaonline.com. (nal/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
Suparto Wijoyo
Rabu, 13 Maret 2019 10:54 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*HARI ini, 13 Maret 2019 ada agenda batas waktu Fraksi-fraksi di DPRD Provinsi Jawa Timur untuk memberikan pendapatnya kepada Pimpinan Dewan berkenaan dengan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pro...
Minggu, 17 Maret 2019 23:15 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag28. Wa-immaa tu’ridhanna ‘anhumu ibtighaa-a rahmatin min rabbika tarjuuhaa faqul lahum qawlan maysuuraanDan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka kat...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...