Ahmad Khubbi Ali Rohman, Pengamat Politik UINSA Surabaya. Foto: DIDI ROSADI/BANGSAONLINE
"Caleg milenial ini masih idealis, punya visi yang jelas. Bahkan lebih kreatif dari politisi senior," bebernya.
Boby mengakui, meski memiliki sejumlah keunggulan, caleg milenial juga mempunyai beberapa kekurangan. Mulai dari minimnya pengalaman juga mempunyai kadar emosi yang kurang stabil dan cenderung reaktif. hal itu tak lepas dampak dari usia yang relatif masih belia.
Selain itu, tambah Boby, caleg milenial juga cenderung sangat kekurangan dari segi finansial, kecuali mereka yang berasal dari keluarga berada. ini juga berdampak besar bagi proses mereka melakukan kampanye. "Kekurangan finansial menjadi masalah besar bagi caleg milenial. Paling tidak berdampak berkurangnya proses kampanye langsung ke masyarakat," terang Boby.
Menurut pria berkaca mata ini, jika caleg milenial mampu menampilkan dirinya dengan baik. Maka performa individu ini akan menjadi daya tarik dahsyat bagi pemilih milenal yang juga akan mempeengaruhi orang tua atau lingkungannya. Hal itu mengacu dari sejumlah riset, di antaranya yang dilakukan oleh CSIS menyatakan bahwa pemilih milenial akan mempengaruhi sikap dari orang tuanya.
"Hal ini akan menjadi harapan bagi caleg khususnya caleg millenial. Jadi caleg milenial juga harus menundukkan pemilih milenial." pungkasnya. (mdr/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




