Senin, 25 Maret 2019 17:53

BI: Kantong Kemiskinan Bojonegoro Berada di Sekitar Hutan

Kamis, 20 Desember 2018 20:58 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Eky Nurhadi
BI: Kantong Kemiskinan Bojonegoro Berada di Sekitar Hutan
Suasana diskusi publik dengan tema "Kesejahteraan Daerah Penghasil Migas".

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kemiskinan terbesar di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menurut kacamata LSM Bojonegoro Institute (BI) karena faktor ketimpangan. BI juga menilai kantong kemiskinan di Kota Ledre berada di sekitar hutan. 

Hal ini disampaikan Direktur Bojonegoro Institute Abdul Wakid Syaiful Huda. Meski kantong kemiskinan sebagian besar terjadi di sekitar hutan, ia juga tidak menjamin di sekitar daerah ekstraktif bisa menjadi tolak ukur kemiskinan bisa terangkat. 

"Banyak faktor, selain karena kesenjangan program intervensi pemerintah, juga faktor kepala rumah tangga perempuan. Artinya kita harus mendorong keterlibatan banyak pihak untuk mengatasi kemiskinan tersebut," ujar AW, sapaan dia saat diskusi akhir tahun bersama sejumlah masyarakat, Kamis (20/12/18). 

Salah satu bentuk ketimpangan dari sektor pembangunan yakni, pembangunan yang dilakukan banyak terfokus daerah utara atau wilayah kota. Sehingga, bagi masyarakat yang berada di selatan Bojonegoro akan lebih sulit dalam mengakses perkembangan pembangunan. "Pembangunan di faktor pendidikan dan kesehatan ini harus lebih difokuskan kepada kantong-kantong kemiskinan," ujarnya. 

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro I Nyoman Sudana mengklaim bahwa percepatan penurunan kemiskinan di Bojonegoro pada tahun 2018 sudah terlihat, yakni adanya penurunan sekitar 1,17 persen. Selain itu, kini Bojonegoro menempati peringkat 11 se-Jawa Timur. 

"Intervensi pembangunan yang dilakukan Pemkab sekarang dilakukan by name by address, agar bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran," terangnya. 

Di sisi lain, Dosen Fisip Unigoro Miftahul Huda menyebut bahwa sejauh ini pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh dari kerja pemerintahan yakni di sektor pendapatan bidang pelayanan kesehatan. Sedangkan bidang pendapatan dari migas sendiri diperoleh Pemkab Bojonegoro sebagai anugerah alam. 

"Sektor Pendapatan terbesar 65 persen dari pendapatan orang sakit. Pendapatan ini harusnya tidak memberatkan orang miskin. Dan sektor belanja, harus on the track sesuai dengan arah untuk mengentaskan kemiskinan," terang Miftah yang juga aktif di lembaga riset Fitra Jatim. (nur/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Sabtu, 23 Maret 2019 12:18 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag29. Walaa taj’al yadaka maghluulatan ilaa ‘unuqika walaa tabsuthhaa kulla albasthi fataq’uda maluuman mahsuuraanDan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengul...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...