Kamis, 17 Oktober 2019 08:22

BI: Kantong Kemiskinan Bojonegoro Berada di Sekitar Hutan

Kamis, 20 Desember 2018 20:58 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Eky Nurhadi
BI: Kantong Kemiskinan Bojonegoro Berada di Sekitar Hutan
Suasana diskusi publik dengan tema "Kesejahteraan Daerah Penghasil Migas".

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kemiskinan terbesar di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menurut kacamata LSM Bojonegoro Institute (BI) karena faktor ketimpangan. BI juga menilai kantong kemiskinan di Kota Ledre berada di sekitar hutan. 

Hal ini disampaikan Direktur Bojonegoro Institute Abdul Wakid Syaiful Huda. Meski kantong kemiskinan sebagian besar terjadi di sekitar hutan, ia juga tidak menjamin di sekitar daerah ekstraktif bisa menjadi tolak ukur kemiskinan bisa terangkat. 

"Banyak faktor, selain karena kesenjangan program intervensi pemerintah, juga faktor kepala rumah tangga perempuan. Artinya kita harus mendorong keterlibatan banyak pihak untuk mengatasi kemiskinan tersebut," ujar AW, sapaan dia saat diskusi akhir tahun bersama sejumlah masyarakat, Kamis (20/12/18). 

Salah satu bentuk ketimpangan dari sektor pembangunan yakni, pembangunan yang dilakukan banyak terfokus daerah utara atau wilayah kota. Sehingga, bagi masyarakat yang berada di selatan Bojonegoro akan lebih sulit dalam mengakses perkembangan pembangunan. "Pembangunan di faktor pendidikan dan kesehatan ini harus lebih difokuskan kepada kantong-kantong kemiskinan," ujarnya. 

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro I Nyoman Sudana mengklaim bahwa percepatan penurunan kemiskinan di Bojonegoro pada tahun 2018 sudah terlihat, yakni adanya penurunan sekitar 1,17 persen. Selain itu, kini Bojonegoro menempati peringkat 11 se-Jawa Timur. 

"Intervensi pembangunan yang dilakukan Pemkab sekarang dilakukan by name by address, agar bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran," terangnya. 

Di sisi lain, Dosen Fisip Unigoro Miftahul Huda menyebut bahwa sejauh ini pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh dari kerja pemerintahan yakni di sektor pendapatan bidang pelayanan kesehatan. Sedangkan bidang pendapatan dari migas sendiri diperoleh Pemkab Bojonegoro sebagai anugerah alam. 

"Sektor Pendapatan terbesar 65 persen dari pendapatan orang sakit. Pendapatan ini harusnya tidak memberatkan orang miskin. Dan sektor belanja, harus on the track sesuai dengan arah untuk mengentaskan kemiskinan," terang Miftah yang juga aktif di lembaga riset Fitra Jatim. (nur/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...