Selasa, 25 Juni 2019 19:44

Hotel Front One Pamekasan Bantah Tuduhan Tak Kantongi Izin

Kamis, 13 Desember 2018 23:54 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Erri Sugianto
Hotel Front One Pamekasan Bantah Tuduhan Tak Kantongi Izin
General Manajer Front One Hotel, Elfindra, saat memberikan keterangan.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Setelah adanya demo dari Laskar Merah Putih (LMP) yang memaksa Front One Hotel Pamekasan ditutup dengan alasan tidak mengantongi izin pengembangan pembangunan, manajemen terkait di bawah naungan PT Azzahra angkat bicara. Mereka menggelar press release untuk membantah tuduhan dari para pendemo, Kamis (13/12).

Dalam kesempatan tersebut General Manajer Front One Hotel, Elfindra menyampaikan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), izin prinsip dan, jenis izin lainnya sudah lengkap dengan masa berlaku sampai tahun 2020. Artinya, jika ada tuduhan pendirian Front One Hotel tidak lengkap atau kadaluwarsa itu tidak benar.

"Tuduhan tidak adanya lahan parkir, kami mau menunjukkan struktur bangunan baru itu, bahwa di bangunan bawah adalah tempat parkir. Karena masih pembangunan, kami alihkan sementara, sifatnya sementara. Di disini kami juga lengkapi semua persyaratan, seperti CCTV, semuanya ada,” ungkapnya.

Sedangkan untuk tempat sampah, pihaknya sudah membayar distribusi setiap bulan sebesar Rp 500 ribu kepada TPS 3R dengan MoU yang ditandatangani oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan. Selain itu, pihaknya juga sudah melengkapi pembangunan hotel berbintang tersebut dengan ruang terbuka hijau yang diletakkan di belakang bangunan hotel.

“Untuk kajian UKL-UPL baru ditetapkan tanggal 18 April 2018, tanda tangan Bapak Agus Mulyadi, M.Si. Untuk izin kegiatan ini, kita hubungannya dengan Polsek, ada datanya bahwa setiap ada acara kami laporkan kepada Polsek. Selain itu (tuduhan, red) tidak adanya izin karaoke, ya kalau kita tidak ada karaokenya mau izin bagaimana,” tutur Elfindra saat di hadapan rekan-rekan media.

Elfindra juga menyampaikan tuduhan tidak adanya karyawan hotel dari warga sekitar, bahwa pada dasarnya pihaknya telah merekrut sebanyak mungkin karyawan dari warga sekitar. Namun, karena menjadi karyawan hotel harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu, mereka terkadang tidak sanggup ikut pelatihan tersebut. Bahkan ada pula yang tidak sanggup bekerja dengan alasan berat.

“Kita ini profesional, yang kita layani adalah tamu. Otomatis pelayanannya harus baik. Ternyata setelah kita latih dari banyak orang itu hanya tersisa beberapa. Tapi jangan khawatir, karyawan kita yang bukan Pamekasan hanya empat orang pak, termasuk saya. Jadi hampir semuanya orang Pamekasan,” tandasnya.

Dia memastikan, Front One Hotel yang berada di dalam satu perusahaan dengan Azzahra yang tersebar di 35 kota di Indonesia tidak mungkin mendirikan hotel tanpa izin lengkap. Sehingga pihaknya menyesali adanya demo tersebut. "Lebih baik sharing, silaturrahmi atau audiensi untuk mengklirkan persoalan supaya semuanya jelas," harapnya. (err/rev)

Senin, 24 Juni 2019 12:08 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Novita Hardiny, istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin menegaskan kebersihan di kawasan wisata merupakan hal yang harus dijaga, baik oleh pemerintah, masyarakat, termasuk pengunjung wisata itu sendiri.Perny...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Sabtu, 22 Juni 2019 17:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepad...
Sabtu, 22 Juni 2019 13:55 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...