Sabtu, 28 November 2020 12:10

Ngaji Budaya, Keprihatian atas Terkikisnya Budaya oleh Konten Medsos

Senin, 10 Desember 2018 22:36 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
Ngaji Budaya, Keprihatian atas Terkikisnya Budaya oleh Konten Medsos
Pemateri dalam Ngaji Budaya. foto: tim

SEMARANG, BANGSAONLINE.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (BEM KM UNNES) menggelar Ngaji Budaya di Gedung Kewirausahaan (KWU) UNNES, Sabtu (24/11) bulan lalu.

Dua pemateri dan satu dalang wayang kulit perempuan dihadirkan dalam acara ini. Mereka adalah dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Drs Ilyas M.Ag, dan penggagas Suluk Maleman Pati bernama Habib Anis Sholeh Ba’asyin. Adapun dalangnya adalah Nyi Eliza Naviana Damayanti.

Satu pemateri, Drs. Ilyas M.Ag, ketika ditanya tentang gempuran konten media sosial yang tak sejalan dengan budaya asli Indonesia menyebut bahwa medsos punya pengaruh besar. “Medsos sudah menguasai dunia dan pikiran pemuda. Ini merupakan sisa hasil jajahan zaman dahulu, yang membuat rakyat Indonesia bingung dan lupa terhadap sejarah peradabannya sendiri,” kata Ilyas. “Padahal budaya bukan soal materi, tapi mendekatkan kita pada rohani atau nilai atau perilaku. Indonesia sekarang lebih suka mengadopsi nilai asing, budaya, akademi, agama dan lain-lain daripada meneruskan peradaban sebelumnya,” kata dia.

Ilyas membeberkan bahwa, peradaban Indonesia berasal karena adanya Kerajaan Majapahit, kemudian diteruskan Kerajaan Demak, Pajang, Mataram, Solo, kemudian baru ada Indonesia. “Hanya beberapa orang yang mengetahui sejarah ini. Mahasiswa sejarah pun mungkin tidak tahu mengenai peradaban ini. Budaya itu ada dikarenakan peradaban, karena ada jajahan dari penjajah barat, maka sedikit demi sedikit peradaban itu hilang. Dan setelah penjajahan itu selesai, rakyat Indonesia telah melupakan peradabannya, dan mulai mengikuti peradaban barat,” demikian penjabaran Ilyas.

Untuk mengembalikan peradaban, analisis Ilyas, dibutuhkan waktu lama. Proses meredam maraknya konten yang mempengaruhi peradaban budaya, bisa dimulai dari lingkungan keluarga. Misalnya, mengenalkan dan mengajarkan anak pada budaya Jawa (karena lahir di Jawa), seperti keseharian mengajarkan anak memakai Bahasa Krama Jawa (Bahasa Jawa halus). Dampaknya, sangat jelas, yaitu tidak akan terbiasa mengejek teman atau paido (marah) sama orang lain.

Sementara di acara yang sama, satu dosen, Khoirul Anwar S.Pd., M.Pd, mengingatkan mengenai pentingnya budaya bagi mahasiswa. “Dengan budaya kita bisa lebih bermatabat, karena dalam budaya khususnya budaya Jawa, kita diajarkan mengenai tata krama dan andap ashor dalam bertingkah laku maupun bertindak. Dapat kita lihat sendiri, bahwa mahasiswa saat pergi kuliah dan kembali ke kampung halamannya mereka akan berbeda, ada perasaan paling pintar. Maka dengan adanya acara yang bertemakan budaya, sifat atau perilaku negatif itu akan luntur dengan sendirinya,” kata dia. “Saya prihatin atas perilaku yang jauh dari agama dan moral budaya. Sehingga Ngaji Budaya ini menjadi salah satu jembatan untuk mengatasi keprihatinan ini,” tambah Khoirul.

Ghanis Putra Widhanarto S.Pd., M.Pd, dosen jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan menyikapi bahwa acara Ngaji Budaya ini sangat baik bagi mahasiswa, apalagi menghadapi era Revolusi Industri 4.0 ini. “Teknologi sangat berkembang pesat di lingkungan mahasiswa, dapat diketahui dari banyaknya aplikasi yang digunakan mahasiswa dalam mencari tugas dan mendapatkan informasi. Dengan adanya teknologi, kita dapat mengembangkan suatu budaya,” analisis dia.

Menurutnya, terkikisnya budaya dapat diketahui dari banyaknya berita hoax . Untuk mencegahnya, perlu adanya kumpulan orang yang memiliki passion tertentu membentuk sebuah grup chat kelas spiritual berbudaya. “Misalnya ada seseorang melakukan komentar spam, dia harus dikeluarkan dari kelas grup itu. Sebelumnya harus dibentuk suatu aturan di awal. Itu suatu gerakan berbudaya yang tidak perlu ketemu langsung, tapi kontennya tetap dijaga. Jadi kita menarik minat lewat konten-konten yang berkualitas pada suatu grup sosial media, itu salah satu contoh. Tapi nantinya akan muncul contoh-contoh lain yang menggunakan model pola seperti itu,“ saran dia.

Retno (20) mahasiswa jurusan Bahasa Jawa Fakultas Bahasa dan Seni UNNES mengakui apresiasi budaya di lingkungan kampus sangat minim. Kebanyakan mahasiswa kurang antusias mengenai acara-acara yang bertemakan budaya, dan mereka lebih antusias mengenai acara yang bertemakan kemajuan zaman atau budaya milenial.

Memang memrihatinkan.

Kontributor usai mewawancarai satu narasumber.

.

Kontributor:

Siti Afifah Nur Saffawati

Istifaqotul Himmah

Sri Hidayah

(Mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang)

Sumber: -
Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...