Rabu, 26 Juni 2019 01:51

Kosmetik Palsu Marak Beredar di Blitar, Kapolres: Produknya Berbahaya, Merknya Abal-abal

Senin, 10 Desember 2018 11:37 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Akina Nur Alana
Kosmetik Palsu Marak Beredar di Blitar, Kapolres: Produknya Berbahaya, Merknya Abal-abal
Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha dan jajaran tunjukjkan barang bukti yang ditita petugas. ft-akina nur alana.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Kosmetik palsu dan berbahaya ternyata juga beredar di Blitar. Meski merknya berbeda, namun kepolisian Polres Blitar memastikan bahan-bahan yang digunakan untuk meracik kosmetik palsu ini berbahaya jika diaplikasikan pada tubuh manusia.

Beberapa waktu lalu, Satres Narkoba Polres Blitar membongkar peredaran kosmetik palsu tersebut. Sejumlah barang bukti kosmetik mulai dari krim wajah siang dan malam, lotion, sabun wajah, dan sabun badan diamankan dari seorang wanita berinisial AS warga Desa Pojok, Kecamatan Garum, Blitar. Selain itu sejumlah kosmetik palsu ini juga ditemukan di sebuah salon di Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo milik AL (25).

Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha mengatakan, selain kosmetik palsu petugas juga menyita sebanyak 65 lembar label yang akan ditempelkan pada kemasan kosmetik. "Secara lisan kami sudah menerima hasil uji laboratorium. Hasilnya produk-produk ini mengandung bahan berbahaya bagi tubuh manusia," ungkap Anissullah, Senin (10/12/2018).

Menurut dia, pelaku membeli kosmetik palsu secara online. Barang yang dipesan kemudian dikirim berupa kemasan produk tanpa label beserta label merk kosmetik yang tidak disertai izin edar dari BPOM yang kemudian akan ditempelkan sendiri oleh AS maupun AL. Kosmetik palsu ini dijual dengan kisaran harga antara Rp 15.000 hingga Rp 50.000 per item.

"Setelah ditempel label merk kosmetik, kemudian kosmetik ini baru dipasarkan. Jadi kosmetik palsu ini produknya berbahaya, merknya abal-abal karena tidak ada izin edar," ungkap Anissullah.

Anissullah menambahkan, kosmetik palsu ini sangat berbahaya karena diracik menggunakan bahan kimia berbahaya seperti mercury yang bisa menimbulkan efek terbakar pada kulit. "Selain itu jika digunakan terus menerus dalam jangka waktu yang panjang kosmetik palsu ini bisa menyebabkan kanker," paparnya.

Polisi tidak melakukan penahanan terhadap kedua pelaku pengedar kosmetik palsu AS dan AL karena dinilai kooperatif saat dimintai keterangan. Keduanya dikenakan sanksi administrasi dan denda.

Sekadar dikehatui, belakangan marak peredaran berbagai merk kosmetik palsu. Beberapa waktu lalu Polda Jatim bahkan juga membongkar peredaran kosmetik palsu yang menggunakan nama sejumlah artis sebagai endorse. (ina/dur)

Senin, 24 Juni 2019 12:08 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Novita Hardiny, istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin menegaskan kebersihan di kawasan wisata merupakan hal yang harus dijaga, baik oleh pemerintah, masyarakat, termasuk pengunjung wisata itu sendiri.Perny...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Sabtu, 22 Juni 2019 17:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepad...
Sabtu, 22 Juni 2019 13:55 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...