Satu hal lagi, sambung dia, pesan terpenting dalam aksi kali ini, yakni jangan sampai momentum lima tahunan (Pilpres) ini justru membuat kita menjadi terpecah-belah.

Wartawan dari berbagai media di Bojonegoro ini selain berorasi juga membentangkan sejumlah poster berisi kecaman kepada ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Aksi damai ini mendapat perhatian dan dukungan dari masyarakat Bojonegoro, khususnya yang melintas di sekitar titik kumpul masa. Banyak masyarakat yang menyaksikan dan mengabadikan momen aksi ini dengan ponsel pribadinya.
"Saya sangat setuju Prabowo harus minta maaf kepada wartawan. Ucapan dia (Prabowo) keterlaluan dan sama sekali tidak beretika. Kayaknya semakin hari semakin kebingungan, hingga wartawan menjadi korban politiknya," ucap Yusti warga Kelurahan Kauman, Kota Bojonegoro.
Sekadar diketahui, pernyataan Prabowo Subianto yang mengatakan wartawan merupakan antek-antek perusak NKRI dilakukan pada Rabu 5 Desember 2018 lalu seusai kegiatan reuni 212 di Monas. Prabowo menuding wartawan tidak obyektif dalam memberitakan reuni 212. (nur/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




