Jumat, 21 Juni 2019 05:16

Ratusan Kuota BPJS Kesehatan Bersubsidi di Pacitan Belum Terpakai

Selasa, 04 Desember 2018 10:32 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Ratusan Kuota BPJS Kesehatan Bersubsidi di Pacitan Belum Terpakai
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Pacitan Sutomo.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Pacitan Sutomo menyatakan, masih ada ratusan kuota BPJS kesehatan subsidi pemerintah yang belum digunakan.

"Dari sebanyak 10.096 kuota, baru digunakan sebanyak 9.800 lebih. Praktis masih ada ratusan kuota yang belum dimanfaatkan," ujar Sutomo yang saat itu tengah perjalanan dinas menuju Tulungagung, Selasa (4/12).

Dia menegaskan, pihaknya hanya sekadar melakukan pencatatan dan entry ke master file atas unjuk dari Pemkab Pacitan, melalui Dinas Sosial terhadap masyarakat tidak mampu yang masuk dalam jaminan sosial subsidi pemerintah tersebut. "Sepanjang tidak ada usulan, tentu tidak akan masuk di master file kami," ungkapnya.

Lebih lanjut Sutomo menegaskan, semua peserta BPJS baik jalur mandiri, ASN ataupun subsidi pemerintah, memang diharuskan memiliki administrasi kependudukan. Utamanya kartu keluarga (KK) dan KTP elektronik atau surat keterangan pengganti KTP. Dengan begitu, bagi masyarakat yang belum masuk dalam database kependudukan tentu tidak akan bisa masuk dalam master file BPJS.

"Dasar kami nomor induk kependudukan (NIK) dari Dispendukcapil. Selama masyarakat belum masuk dalam database kependudukan, tentu tidak akan bisa masuk kepesertaan BPJS," jlentrehnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah memberikan jaminan sosial kesehatan bagi warga miskin, dengan premi sebesar Rp 23.000 per bulan yang diberikan secara cuma-cuma. Kepesertaan BPJS bersubsidi itu masuk kategori pelayanan kelas III. Mereka mendapatkan pelayanan sama dengan peserta mandiri ataupun ASN, baik rawat inap, pemeriksaan medis, maupun kefarmasian. Hanya saja, peserta BPJS bersubsidi tersebut tidak diperbolehkan naik kelas dalam proses pelayanan rawat inap. (yun/rd)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 12 Juni 2019 16:10 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Setelah jalur lintas selatan Jogja dibuka, banyak pantai-pantai yang terbuka aksesnya untuk umum. Sebelumnya, keterbatasan akses membuat banyak pantai cantik ini nyaris tak terjamah oleh manusia. Namun sekarang banya...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Rabu, 19 Juni 2019 14:35 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat ...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...