Selasa, 11 Desember 2018 04:05

Mitra Produksi Pupuk Subsidi Petroganik Dapat Kepastian Modal

Sabtu, 01 Desember 2018 00:25 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Mitra Produksi Pupuk Subsidi Petroganik Dapat Kepastian Modal
Direktur Pemasaran PG Meinu Sadariyo usai menandatangani perjanijan kerja sama di Surabaya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sebagai salah satu produsen pupuk organik bersubsidi Petroganik, PT Petrokimia Gresik (PG), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) saat ini menggandeng 167 mitra produksi Petroganik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam perjalanannya, mitra produksi ini mengalami kendala dalam hal permodalan untuk membiayai proses produksinya.

Direktur Pemasaran PG Meinu Sadariyo menyatakan bahwa PG sebagai produsen pupuk dan bahan kimia untuk solusi agroindustri berupaya memberikan solusi atas permasalahan tersebut. PG bekerja sama dan bersinergi dengan Bank Mandiri sebagai pihak yang akan memberikan pinjaman modal sebesar Rp 200 miliar bagi mitra produksi Petroganik (supply chain financing).

"Mitra produksi Petroganik akan mendapat pinjaman dari Bank Mandiri dengan suku bunga kredit lebih rendah jika dibanding mengajukan secara langsung. Syaratnya juga lebih mudah, proses lebih cepat, dan tidak memerlukan agunan, karena Petrokimia Gresik sudah menjadi penjamin atau avalist bagi mitra produksi Petroganik," papar Meinu usai menandatangani perjanjian kerjasama di Surabaya, Jumat (30/11/2018).

Dengan adanya kepastian modal dari perbankan, maka PG pun akan mendapat kepastian dan keberlanjutan pasokan pupuk Petroganik dari mitra produksinya. Sedangkan Bank Mandiri memperoleh manfaat berupa perluasan jaringan dan penyaluran kredit pinjaman bagi nasabahnya.

"Kerja sama ini sekaligus menjadi bentuk pembinaan, karena mitra kami ini merupakan unit usaha kecil dan menengah yang perlu mendapat dukungan. Karena usaha mitra kami di daerah mampu memberikan multiplier effect berupa penyerapan bahan baku organik dari petani maupun peternak setempat, menyerap tenaga kerja, dan menghidupkan unit usaha kecil sekitar lainnya," terang Meinu.

Lebih lanjut Meinu menyatakan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 47 Tahun 2017 tentang Kebutuhan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Tahun 2018, disebutkan bahwa holding PT Pupuk Indonesia (Persero) mendapat alokasi pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 9,55 juta ton.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1 juta ton di antaranya merupakan pupuk organik Petroganik. "Dari alokasi satu juta ton pupuk Petroganik, Pupuk Indonesia menugaskan Petrokimia Gresik untuk memproduksi dan menyalurkan sekitar 942.200 ton atau hampir di seluruh wilayah Indonesia. Kecuali Jawa Barat dan Banten yang saat ini menjadi tanggungjawab PT Pupuk Kuang Cikampek," urai Meinu.

Pupuk Petroganik merupakah produk hasil riset PG yang lahir berdasarkan fakta bahwa kondisi lahan pertanian di Indonesia memiliki kandungan organik di bawah 2 persen. Sementara tanah yang sehat minimal mengandung 5 persen bahan organik.

PG memulai riset pupuk Petroganik sejak tahun 2004. Sedangkan pola kerja sama kemitraan dimulai sejak tahun 2006. Sejak saat itu pula PG mulai melakukan uji mutu dan efektivitas dengan menggandeng sejumlah instansi sekaligus menyosialisasikannya kepada petani melalui berbagai demonstration plot (demplot).

Dua tahun kemudian (2008), dan hingga saat ini, Pupuk Petroganik mendapat kepercayaan pemerintah dan menjadi salah satu pupuk yang masuk dalam skema subsidi bersama pupuk Urea, ZA, SP-36, dan NPK Phonska.

Kepercayaan pemerintah didapat berkat kemampuan pupuk Petroganik dalam mengembalikan kesehatan tanah. Dengan kandungan organik minimal sebesar 15 persen, pupuk Petroganik mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. "Jika tanah sehat, maka akan dapat mengefisienkan penggunaan pupuk anorganik, dan dalam jangka panjang akan menciptakan pertanian yang berkelanjutan (sustainable agriculture)," terangnya.

Inovasi pupuk Petroganik merupakan salah satu wujud nyata bahwa PG tidak sekadar menjadi produsen pupuk dan bahan kimia saja, melainkan perusahaan berbasis riset yang memberikan solusi bagi sektor pertanian dan agorindustri di Indonesia.

"Oleh karena itu, upaya untuk membantu mitra produksi Petroganik dalam hal permodalan menjadi sangat penting," katanya. "Dan kami berharap mitra Petroganik dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya, sehingga kinerja produksi setiap mitra dapat tercapai sesuai target yang telah ditentukan," pungkas Meinu. (hud/rev)

Jumat, 07 Desember 2018 13:40 WIB
Oleh: Muchammad Toha*Terlalu pagi saya mendarat di Bandara Hang Nadim, karena untuk sampai di Batam tanpa transit di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Jakarta dapatnya pesawat pagi. Maka, cukup alasan hotel untuk tidak memberikan kamar pada saya. Bah...
Senin, 03 Desember 2018 14:30 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  Waja’alnaa allayla waalnnahaara aayatayni famahawnaa aayata allayli waja’alnaa aayata alnnahaari mubshiratan litabtaghuu fadhlan min rabbikum walita’lamuu ‘adada alssiniina waalhisaaba wak...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...