Selasa, 12 November 2019 05:18

DPD APTRI Malang Sayangkan Pemerintah Pusat Keburu Impor Gula

Minggu, 25 November 2018 18:09 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Iwan Irawan
DPD APTRI Malang Sayangkan Pemerintah Pusat Keburu Impor Gula
Soemitro Samadikoen, Ketua DPN APTRI Pusat, saat memberikan pengarahan kepada pengurus DPD dan DPC APTRI Kebonagung Malang, Sabtu (24/11). Foto: IWAN I/BANGSAONLINE

MALANG, BANGSAONLINE.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kebonagung dan petani tebu se-Malang Raya mengeluhkan kebijakan Pemerintah RI, yang keburu-buru impor gula dari luar negeri seperti India, Thailand, dan Australia sebesar 1,1 juta ton.

Pasalnya, stok gula di daerah, khususnya di wilayah Malang Raya melimpah ruah (surplus) sebesar 130 ribu ton. Rinciannya berupa gula kristal putih (GKP) dan gula kristal rafinasi (GKR) hasil dari musim penggilingan di dua pabrik yakni PG. Kebonagung (55 ribu ton) dan PG. Krebet (75 ribu). Hal ini membuat persedian gula itu meluber hingga ke luar gudang.

"Di tingkat nasional, Jawa Timur telah menyumbang kebutuhan gula nasional sebesar 50 persen yakni 1,1 juta ton dari pasokan nasional sebesar 2,2 juta ton," terang Dwi Irianto, Ketua DPD APTRI Kebonagung.

Meski begitu, Dwi tak menampik impor tersebut untuk persiapan (stok) kebutuhan gula secara nasional di tahun 2019.  Impor gula diakibatkan kebutuhan gula secara nasional sebesar 5,8 ton belum tercukupi. 

"Dan Indonesia hanya mampu menyediakan kebutuhan gula di masyarakat sebesar 2,2 juta ton, sehingga masih minus 3,8 juta ton gula," tegasnya.

Namun yang ia sayangkan, pemerintah terlalu cepat mendistribusikan gula impor tersebut di tahun 2018. "Semestinya diperuntukkan di tahun 2019. Di mana bulan April 2018, gula impor sudah tersebar ke daerah, sementara di daerah sendiri seperti Malang Raya gula lagi surplus (melimpah)," tegas Dwi.

Oleh karena itu, ia memohon kepada pemerintah, agar dalam mengimpor gula bisa mengatur waktu, peruntukan, bisa terukur dengan baik serta regulasi impornya mesti ditata secara tepat. 

"Bertujuan agar petani tebu mendapatkan kesejahteraan dalam menanam tebu, semisal memiliki keuntungan setara gaji UMR Malang antara Rp 2,6 juta atau Rp 2,7 juta," harap Dwi.

"Dengan luas lahan sehektar tanpa sewa, keuntungan petani tebu di Malang Raya hanya Rp 470 ribu per bulan. Apalagi pakai sewa, tambah habis keuntungannya."

"Jika petani tebu, kesejahteraannya tidak terdukung, gairahnya bisa beralih komoditi lain. Bisa dibayangkan, kebutuhan gula semakin kurang jauh, dan importir semakin leluasa memenuhi import di Indonesia," pungkasnya. (iwa/thu/ian)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Sabtu, 02 November 2019 09:18 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...