Senin, 26 Agustus 2019 10:44

Polres Bangkalan Gelar Seminar Bertajuk "Jangan Suriahkan Indonesia"

Rabu, 07 November 2018 22:57 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fauzi
Polres Bangkalan Gelar Seminar Bertajuk "Jangan Suriahkan Indonesia"
Foto bersama Kapolres Bangkalan beserta Tokoh Agama, Ulama, FKUB, Organisasi Kepemudaan, dan Ketua Fatayat Bangkalan. foto: FAUZI/ BANGSAONLINE

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Polres Bangkalan gelar Seminar Rethingking Nationalism tentang bahaya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terhadap Ideologi Pancasila dengan tema "Jangan Suriahkan Indonesia" di Gedung Ngudia Husada Lantai IV Bangkalan, Rabu (07/11/2018).

Kapolres Bangkalan, AKBP Boby P.Tambunan menuturkan bahwa seminar ini dilatarbelakangi dari pemikiran atas fakta yang terjadi beberapa waktu yang lalu, yakni pada tahun 2017 saat Organisasi HTI di Indonesia resmi dilarang.

Boby P. Tambunan menjelaskan tentang bahayanya paham Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terhadap ideologi Pancasila. Karena itu ia berinisiatif menggelar seminar tersebut.

"Jangan sampai Indonesia seperti Suriah, Jangan Suriahkan Indonesia," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga memaparkan fakta terbaru tetang Insiden pembakaran bendera HTI yang terjadi di Garut, Jawa Barat. Ia berharap insiden pembakaran bendera HTI tidak sampai bergulir ke daerah lain, khususnya di Bangkalan.

"Kita tahu bahwa Blega pada tanggal 04 November 2018 kemarin akan diadakan aksi bela kalimat tauhid, akan tetapi saya sangat bersyukur aksi tersebut digagalkan dan dirubah bentuknya," ujar Boby P. Tambunan.

Seminar itu mendatangkan Najih Ar Rohmatani selaku Sekjen Ikatan Alumni Syam Indonesia sebagai pemateri. Ia memaparkan tentang persamaan menjaga Pancasila dengan menjaga agama.

"Bahwa Suriah terlambat mengantisiapasi kelompok radikalisme, sehingga mereka memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan idealismenya. Demo mulai marak di mana dan ulama difitnah," kata Gus Najih yang merupakan Alumni PP. Sarang, Rembang.

"Suriah dulu negara yang makmur, aman, ulamanya banyak, banyak kitab-kitab yang ditulis oleh ulama Suriah (Syam). Tapi Suriah saat ini berubah 180 drajat," tuturnya.

Narasumber lainnya, Makruf Khozin dari Aswaja Jatim, menyoroti keterlambatan Indonesia membekukan HTI. "Negara lain sudah lama dibubarkan dan tokoh-tokohnya ditangkap. Masih untung di Indonesia tokohnya tidak ditangkap," ungkapnya.

Hadir dalam seminar tersebut, semua Pewira serta Kapolsek jajaran se-Kabupaten Bangakalan. Kemudian Ulama, Masyarakat, FKUB, Organisasi Kepemudaan, Ketua Fatayat, dan Ketua PCNU Bangkalan. (uzi/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...