Minggu, 19 Januari 2020 13:51

Polres Bangkalan Gelar Seminar Bertajuk "Jangan Suriahkan Indonesia"

Rabu, 07 November 2018 22:57 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fauzi
Polres Bangkalan Gelar Seminar Bertajuk "Jangan Suriahkan Indonesia"
Foto bersama Kapolres Bangkalan beserta Tokoh Agama, Ulama, FKUB, Organisasi Kepemudaan, dan Ketua Fatayat Bangkalan. foto: FAUZI/ BANGSAONLINE

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Polres Bangkalan gelar Seminar Rethingking Nationalism tentang bahaya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terhadap Ideologi Pancasila dengan tema "Jangan Suriahkan Indonesia" di Gedung Ngudia Husada Lantai IV Bangkalan, Rabu (07/11/2018).

Kapolres Bangkalan, AKBP Boby P.Tambunan menuturkan bahwa seminar ini dilatarbelakangi dari pemikiran atas fakta yang terjadi beberapa waktu yang lalu, yakni pada tahun 2017 saat Organisasi HTI di Indonesia resmi dilarang.

Boby P. Tambunan menjelaskan tentang bahayanya paham Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terhadap ideologi Pancasila. Karena itu ia berinisiatif menggelar seminar tersebut.

"Jangan sampai Indonesia seperti Suriah, Jangan Suriahkan Indonesia," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga memaparkan fakta terbaru tetang Insiden pembakaran bendera HTI yang terjadi di Garut, Jawa Barat. Ia berharap insiden pembakaran bendera HTI tidak sampai bergulir ke daerah lain, khususnya di Bangkalan.

"Kita tahu bahwa Blega pada tanggal 04 November 2018 kemarin akan diadakan aksi bela kalimat tauhid, akan tetapi saya sangat bersyukur aksi tersebut digagalkan dan dirubah bentuknya," ujar Boby P. Tambunan.

Seminar itu mendatangkan Najih Ar Rohmatani selaku Sekjen Ikatan Alumni Syam Indonesia sebagai pemateri. Ia memaparkan tentang persamaan menjaga Pancasila dengan menjaga agama.

"Bahwa Suriah terlambat mengantisiapasi kelompok radikalisme, sehingga mereka memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan idealismenya. Demo mulai marak di mana dan ulama difitnah," kata Gus Najih yang merupakan Alumni PP. Sarang, Rembang.

"Suriah dulu negara yang makmur, aman, ulamanya banyak, banyak kitab-kitab yang ditulis oleh ulama Suriah (Syam). Tapi Suriah saat ini berubah 180 drajat," tuturnya.

Narasumber lainnya, Makruf Khozin dari Aswaja Jatim, menyoroti keterlambatan Indonesia membekukan HTI. "Negara lain sudah lama dibubarkan dan tokoh-tokohnya ditangkap. Masih untung di Indonesia tokohnya tidak ditangkap," ungkapnya.

Hadir dalam seminar tersebut, semua Pewira serta Kapolsek jajaran se-Kabupaten Bangakalan. Kemudian Ulama, Masyarakat, FKUB, Organisasi Kepemudaan, Ketua Fatayat, dan Ketua PCNU Bangkalan. (uzi/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 01 Januari 2020 19:47 WIB
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Wisata Edukasi Kampung Coklat di Kabupaten Blitar baru-baru ini telah menghadirkan spot instagramable bagi para pengunjung.Lokasi wisata yang terletak di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut ...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Sabtu, 18 Januari 2020 12:20 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Kamis, 16 Januari 2020 12:56 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...