Korban Dugaan Pencabulan Lora Ponpes di Bangkalan Hilang 2 Pekan, Keluarga Ungkap Kejanggalan

Korban Dugaan Pencabulan Lora Ponpes di Bangkalan Hilang 2 Pekan, Keluarga Ungkap Kejanggalan Ipda Agung Intama, Kasi Humas Polres Bangkalan

BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Korban dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum lora Pondok Pesantren Nurul Karomah, Kecamatan Galis, dilaporkan hilang sejak 7 Januari 2026. Hingga dua pekan berlalu, keberadaan korban belum diketahui.

Polres Bangkalan masih melakukan pencarian, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Polisi juga terus mendalami kasus hilangnya korban yang sebelumnya telah melaporkan dugaan pencabulan.

Kasihumas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama mengatakan, penyidik telah memeriksa lima orang saksi terkait peristiwa tersebut.

Selain memeriksa saksi, Satreskrim Polres Bangkalan juga melakukan penelusuran ke sejumlah lokasi di luar daerah. Namun, korban belum berhasil ditemukan.

“Untuk sementara, itu yang sudah kami lakukan. Jika ada perkembangan lain akan kami update,” ujar Agung, Kamis (22/1/2026).

Sementara itu, pihak keluarga korban mengungkapkan adanya kejanggalan setelah korban dinyatakan hilang. 

Salah seorang anggota keluarga korban, Fitriyah, menyebut keluarga terduga pelaku beberapa kali mendatangi rumah korban.

Menurut Fitriyah, kedatangan tersebut bertujuan melamar korban setelah kasus dilaporkan ke polisi. Namun, upaya itu tidak pernah ditanggapi oleh pihak keluarga korban.

“Sekitar lima kali pihak pondok ingin melamar korban, tetapi tidak pernah diterima dan ditanggapi oleh keluarga kami,” ungkap Fitriyah, Kamis (22/1/2026).

Ia menduga langkah tersebut merupakan upaya untuk meredam dan menyelesaikan perkara di luar jalur hukum.

“Setelah S diketahui terlibat, ada utusan yang mengaku dikirim S datang ke rumah korban. Kemudian korban hilang sampai sekarang,” bebernya.

Fitriyah juga menyoroti tidak adanya rekaman CCTV di sekitar rumah korban yang merekam peristiwa saat korban diduga pergi atau dibawa oleh seseorang. Hingga kini, tidak ada informasi mengenai keberadaan korban.

“Kondisi ini membuat ibu korban sakit dan neneknya drop. Kami khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepada korban,” tutupnya. (van)