Jumat, 23 Agustus 2019 09:00

Gandeng Unisla, Polres Lamongan Gelar Seminar Bahaya HTI

Jumat, 02 November 2018 18:42 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Nur Qomar hadi
Gandeng Unisla, Polres Lamongan Gelar Seminar Bahaya HTI
AKBP Feby DP Hutagalung, Kapolres Lamongan memberi paparan.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Polres Lamongan bekerja sama dengan Universitas Islam Lamongan (Unisla) menggelar seminar dan sosialisasi bahaya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Jum'at (2/11) siang di Gedung Olahraga Unisla.

Kapolres Lamongan AKBP Feby D. P. Hutagalung menegaskan, keberadaan HTI memicu kerusuhan di mana-mana bahkan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara lain. Mereka tega membunuh saudara sesama muslim dengan alasan yang mereka benarkan.

"Kita semua mempunyai tanggung jawab yang sama tentang bahaya HTI. Sehingga harus memberikan pemahaman pada masyarakat terkait hal tersebut. Agar tidak semakin me luas" ungkap Feby.

Feby menjelaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah sebagai upaya untuk menangkal dan menghapus paham HTI di Lamongan, karena sudah jelas HTI ingin merubah dasar dan sistem negara di Indonesia.

"Sampai saat ini Lamongan masih kondusif dan tidak begitu signifikan perkembangannya, meskipun masih ada informasi beberapa masyarakat yang terlibat" jelasnya.

Salah satu mantan aktivis HTI Dr. Ainur Rofiq Al Amin dalam paparannya mengajak masyarakat untuk cerdas menerima informasi melalui media sosial. Karena saat ini di situ banyak orang yang berlagak pintar, namun komentarnya tidak rasional.

"Jangan bermedsos terlalu gila, diskusi tidak rasional, seakan akan paling mengetahuinya. Namun ketika ditantang ketemu langsung tidak ada yang berani," terangnya

Rofiq menegaskan, kami tidak pernah sepakat bendera bertuliskan kalimat tauhid dipolitisasi dengan mengatasnamakan agama, kemudian digunakan untuk kekerasan apalagi dijadikan dalil pembenaran membunuh sesama muslim, seperti yang telah terjadi di beberapa negara timur tengah.

"Saya keluar dari HTI, setelah saya lebih banyak membaca buku, berdiskusi, dan membaca sejarah dan sebab yang disebabkan oleh gerakan ini. Dan ternyata banyak bertentangan dengan nilai Islam dan ideologi Indonesia," tandasnya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua MUI Lamongan KH. Aziz Choiri, Rektor Unisla Bambang Eko, Ketua PC NU Lamongan, Dr. Supandi, PC. Ansor dan Banser serta perwakilan organisasi Mahasiswa. (qom/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...