Selasa, 18 Juni 2019 04:44

29 Persen Masyarakat Indonesia Mengonsumsi Gula Berlebih

Kamis, 01 November 2018 13:39 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: --
29 Persen Masyarakat Indonesia Mengonsumsi Gula Berlebih
Talk show Bulan Kesehatan Gigi Nasional di RS Gigi dan Mulut Universitas Hang Tuah Surabaya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Konsumsi gula yang berlebih pada masyarakat Indonesia dianggap bisa mempercepat kerusakan gigi. Sebuah Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) di tahun 2914 menunjukkan bahwa sebanyak 29,7 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi gula harian yang melebihi rekomendasi World Health Organization (WHO).

WHO menganjurkan asupan gula dari semua sumber makanan dan minuman tidak lebih dari 50 gram per hari untuk dewasa dan 30 gram untuk anak-anak. Takaran 50 gram setara dengan tiga sendok makan. Konsumsi gula berlebih inisalah satunya disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat akan kehadiran gula tersembunyi.

Melihat kondisi ini, Pepsodent, salah satu brand PT Unilever Indonesia bekerja sama dengan Pesatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (Afdokgi) mengadakan program Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2018. Kegiatan ini dihelat di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Nala Husada Universitas Hang Tuah, Surabaya, mulai 1-3 November 2018.

Dari sinilah pentingnya untuk mewaspadai gula tersembunyi yang banyak dikonsumsi sehari-hari. Apalagi banyak kuliner khas Surabaya meski tak bercita rasa manis namun memiiki kandungan gula tersembunyi. Terutama makanan yang mengandung petis yang menjadi salah satu bumbu lokal yang digunakan. Seperti rujak cingur, lontong balap, kupang, tahu campur, tahu tek, pecel, semanggi, dan sebagainya.

Ternyata, dari 100 gram petis mengandung gula tersembunyi sebanyak 1,23 gram. Apabila tak diimbangi dengan pengetahuan perawatan kesehatan gigi yang benar, akan berisiko menimbulkan masalah karies atau gigi berlubang.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya sehat fisiknya saja, tapi juga sehat giginya. Kalau mulut atau gigi tidak sehat, anggota tubuh lainnya tak nyaman,” ungkap Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hang Tuah drg Lita Agustia M.H.Kes, Kamis (1/11)

Menurutnya, masalah gigi berlubang atau karies sering kali digambarkan sebagai empat mata rantai yang saling berinteraksi, yaitu host yang terdiri dari gigi dan air liur, mikroorganisme atau bakteri pada plak, substrat atau asupan makanan, dan waktu.

Sementara, Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, drg Ratu Mirah Afifah GCClinDent, mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun kesembilan pelaksanaan BKGN di Kota Surabaya.

“Kami mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Artinya masyarakat Surabaya memiliki kepedulian terhadap kesehatan gigi dan mulut mereka,” ungkapnya. Tahun ini ditargetkan memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi kepada 1.000 orang masyarakat Surabaya dan sekitarnya. (rd)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...