Kamis, 24 Januari 2019 10:41

29 Persen Masyarakat Indonesia Mengonsumsi Gula Berlebih

Kamis, 01 November 2018 13:39 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: --
29 Persen Masyarakat Indonesia Mengonsumsi Gula Berlebih
Talk show Bulan Kesehatan Gigi Nasional di RS Gigi dan Mulut Universitas Hang Tuah Surabaya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Konsumsi gula yang berlebih pada masyarakat Indonesia dianggap bisa mempercepat kerusakan gigi. Sebuah Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) di tahun 2914 menunjukkan bahwa sebanyak 29,7 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi gula harian yang melebihi rekomendasi World Health Organization (WHO).

WHO menganjurkan asupan gula dari semua sumber makanan dan minuman tidak lebih dari 50 gram per hari untuk dewasa dan 30 gram untuk anak-anak. Takaran 50 gram setara dengan tiga sendok makan. Konsumsi gula berlebih inisalah satunya disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat akan kehadiran gula tersembunyi.

Melihat kondisi ini, Pepsodent, salah satu brand PT Unilever Indonesia bekerja sama dengan Pesatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (Afdokgi) mengadakan program Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2018. Kegiatan ini dihelat di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Nala Husada Universitas Hang Tuah, Surabaya, mulai 1-3 November 2018.

Dari sinilah pentingnya untuk mewaspadai gula tersembunyi yang banyak dikonsumsi sehari-hari. Apalagi banyak kuliner khas Surabaya meski tak bercita rasa manis namun memiiki kandungan gula tersembunyi. Terutama makanan yang mengandung petis yang menjadi salah satu bumbu lokal yang digunakan. Seperti rujak cingur, lontong balap, kupang, tahu campur, tahu tek, pecel, semanggi, dan sebagainya.

Ternyata, dari 100 gram petis mengandung gula tersembunyi sebanyak 1,23 gram. Apabila tak diimbangi dengan pengetahuan perawatan kesehatan gigi yang benar, akan berisiko menimbulkan masalah karies atau gigi berlubang.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya sehat fisiknya saja, tapi juga sehat giginya. Kalau mulut atau gigi tidak sehat, anggota tubuh lainnya tak nyaman,” ungkap Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hang Tuah drg Lita Agustia M.H.Kes, Kamis (1/11)

Menurutnya, masalah gigi berlubang atau karies sering kali digambarkan sebagai empat mata rantai yang saling berinteraksi, yaitu host yang terdiri dari gigi dan air liur, mikroorganisme atau bakteri pada plak, substrat atau asupan makanan, dan waktu.

Sementara, Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, drg Ratu Mirah Afifah GCClinDent, mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun kesembilan pelaksanaan BKGN di Kota Surabaya.

“Kami mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Artinya masyarakat Surabaya memiliki kepedulian terhadap kesehatan gigi dan mulut mereka,” ungkapnya. Tahun ini ditargetkan memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi kepada 1.000 orang masyarakat Surabaya dan sekitarnya. (rd)

BERITA VIDEO: Tuntut Pilpres 2019 Ada Calon Independen, Inilah Sosok yang Diusung "Tikus Pithi"
Kamis, 03 Januari 2019 13:53 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tikus Pithi, kelompok massa yang menggelar demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Kamis (3/1) menuntut agar di Pilpres 2019 kali ini ada calon independen, alias nonparpol.Saifuddin, Korlap Tikus Pithi Ka...
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Suparto Wijoyo
Rabu, 23 Januari 2019 10:48 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAMPAI saat ini masih banyak pihak yang meramaikan debat capres-cawapres 17 Januari 2019 sambil menanti hadirnya agenda serupa 17 Februari 2019. Debat itu seolah tidak lapuk oleh hujan nan tiada kering oleh panas, seterik ap...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...