Sementara itu, Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein, mengucapkan selamat atas kehadiran RRI di Tuban. Menurutnya, hadirnya RRI akan menambah media informasi masyarakat Tuban dan sekitarnya. Ia berharap, RRI bisa menangkal berita hoax seiring perkembangan media digital, yang keakuratan beritanya diragukan.
"Pemkab Tuban juga memiliki radio Pradya Suara yang beroperasi di Jalan Mastrip Tuban. Ke depan program keduanya harus diharmonisasi, agar kedua radio itu tidak sama-sama menyiarkan hiburan yang sama. Saya minta Diskominfo dan Humas Protokol mengharmonisasi program Pradya Suara yang menyesuaikan dengan RRI. Jangan sampai berita atau program sama disiarkan dalam waktu bersamaan," terang wabup.
Sementara, Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI, SW Yudha, menyatakan jika hadirnya RRI di Tuban merupakan impiannya semenjak di Komisi 1. Ia memaparkan bahwa radio memiliki dua tugas. Pertama, memerangi hoax, dan tak kalah pentingnya berperang dengan paham radikalisme. Selama ini paham radikalisme bisa sampai, kata dia, kalau masyarakat tersebut melek teknologi.
"RRI didanai APBN, jadi harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia," ujar politikus Partai Golkar itu.
Usai peresmian, dilakukan dialog interaktif yang disiarkan secara langsung oleh RRI di seluruh Indonesia dengan narasumber Direktur Utama (Dirut) RRI M. Rohanudin, Ketua pengawas RRI Mistam, didampingi Wakil Ketua M. Komisi 1 DPR RI SW Yudha, Ketua DPRD Tuban Miyadi, Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein, dan jajaran Direksi RRI Wilayah Jawa Timur. (gun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




