Senin, 06 Juli 2020 08:46

Kali Porong Semakin Dangkal Sejak jadi Jalur Pembuangan Lumpur Lapindo, Warga Khawatir Banjir

Rabu, 17 Oktober 2018 22:42 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Kali Porong Semakin Dangkal Sejak jadi Jalur Pembuangan Lumpur Lapindo, Warga Khawatir Banjir
Kondisi Kali Porong yang semakin mengalami pendangkalan.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Kali Porong merupakan percabangan dari Kali Brantas yang berhulu dari Mojokerto, mengalir dan bermuara ke timur ke selat Jawa. Sejak munculnya semburan lumpur Sidoarjo, pemerintah telah menetapkan Kali Porong sebagai pembuangan lumpur Sidoarjo untuk selanjutnya dibuang menuju ke laut.

Namun hal tersebut ternyata membawa dampak lingkungan yang kini dirasakan oleh warga sekitar Kali Porong. Di antaranya yakni buruknya air pada tambak-tambak warga dan yang kini tengah terjadi yakni pendangkalan Kali Porong dikarenakan sedimentasi lumpur yang cukup tebal sehingga mengganggu aliran air di kali Porong. Warga di sekitar bantaran Kali Porong saat ini merasa khawatir mengingat sebentar lagi akan memasuki musim penghujan.

Mursid, salah satu warga Desa Permisan, Kecamatan Jabon merasa khawatir karena letak desanya berbatasan langsung dengan Kali Porong. Dirinya bersama warga yang lain takut jika nanti air kali Porong sedang tinggi volumenya, air akan meluap dan menggenangi desanya.

"Melihat secara langsung kondisi Kali Porong seperti ini, warga sekitar bantaran khusus di Kecamatan Jabon dan Porong khawatir," kata Mursid (32) warga Desa Permisan Kecamatan Jabon Sidoarjo, Rabu (17/10).

Mursid mengaku, sebelum Kali Porong ini dijadikan tempat pembuangan semburan lumpur Sidoarjo, kondisi airnya sangat jernih dan bisa dibuat mandi warga sekitar saat musim kemarau seperti ini. Namun saat ini kondisi airnya tidak layak, bahkan sangat keruh sekali.

"Dengan kondisi sekarang yang mengalami pendangkalan seperti ini, pada saat musim penghujan, dikawatirkan airnya meluber," ungkap Mursid.

Mursid menerangkan, tiga bulan yang lalu di Desa Kupang di sisi Selatan ada titik tanggul yang jebol, meskipun saat itu tidak ada dampaknya karena terjadi saat musim kemarau. Dengan pendangkalan seperti ini, Kali Porong pada saat musim penghujan sangat membahayakan dan bisa mengancam tanggul itu sendiri.

"Kami berharap kepada pihak PPLS atau Pemkab Sidoarjo untuk melakukan normalisasi Kali Porong yang sudah dangkal ini," terang Mursid.

Mursid juga meminta pihak PPLS yang hingga saat ini masih aktif melakukan pembuangan lumpur Sidoarjo ke Kali Porong, bertanggung jawab atas sendimentasi di Kali Porong ini.

"Warga berharap segera dilakukan pengerukan lumpur yang berada di Kali Porong ini. Kalau tidak dilakukan sangat membahayakan tanggul Kali Porong," jelas Mursid.

Dari pantauan di lokasi, pembuangan lumpur ke kali Porong ini sudah sangat memprihatinkan. Tepat di sekitar pipa pembuangan, sedimentasi lumpur sangat tebal sehingga menutupi air yang akan mengalir dari hulu ke hilir. Bahkan air yang kini mengalir hanya di satu pertiga lebar kali Porong. (cat/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...