Petugas Jihandak hendak meledakkan Mortir dan Granat yang ditemukan di Sungai Bengawan Solo, Bojonegoro.
Dia menjelaskan, bahwa bahan-bahan peledak tersebut sebelumnya diamankan dari wilayah Bojonegoro yang telah ditemukan oleh sejumlah warga. Sejumlah amunisi alat tempur itu diduga merupakan peninggalan dari masa Perang Dunia II puluhan tahun silam.
Bahkan, menurut dia, mortir maupun granat kemungkinan masih banyak terpendam di wilayah Kabupaten Bojonegoro, khususnya di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo.
"Kami mengimbau kepada masyarakat Bojonegoro, apabila ada yang mengetahui atau menemukan barang atau benda yang diduga adalah bahan peledak, agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat atau langsung ke Polres Bojonegoro, karena rata-rata bahan peledak yang telah ditemukan kondisinya masih aktif," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, tiga bocah saat bermain di bawah Jembatan Kaliketek, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan/Kota Bojonegoro, pada Minggu (7/10) kemarin, menemukan sebuah mortir dan sejumlah amunisi. Peluru alat tempur tersebut sempat dibuat mainan oleh anak-anak yang menemukan.
Namun, tak lama seorang warga mengetahui jika benda tersebut berbahaya, sehingga langsung diamankan dan dilaporkan ke polisi. Polres Bojonegoro pun langsung berkoordinasi dengan tim Gegana Polda Jatim untuk melakukan peledakan. (nur/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




