Sabtu, 24 Agustus 2019 21:37

Rumah Produksi Miras di Jatirogo Digerebek, 6 Tersangka Ditangkap

Senin, 01 Oktober 2018 18:33 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Istihar
Rumah Produksi Miras di Jatirogo Digerebek, 6 Tersangka Ditangkap
Bupati Tuban H. Fathul Huda bersama Kapolres AKBP Nanang Haryono saat merilis para pelaku beserta barang bukti.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 6 pelaku yang bertindak sebagai produsen miras jenis arak di Desa Ngepon, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban ditangkap Satreskrim Polres Tuban. Mereka ditangkap setelah petugas melakukan penggerebekan di sebuah bekas kandang ayam yang dijadikan tempat untuk memproduksi arak.

Enam pelaku tersebut masing-masing bernama 1) Apin Prasetyo (Lekun) sebagai ahli pembuat, 2) Hengky pemilik modal, 3) Sutrisno sebagai pekerja, 4) Joko Ngadini sebagai peracik, 5) Febrianto sebagai peracik, dan 6) Proyohadi sebagai pengangkut arak.

"Para pelaku dari luar desa, dan pemiliknya orang Semanding. Mereka pindah ke sini karena wilayah Semanding sering dilakukan razia (miras, red)," ujar Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono saat press release di lokasi penggerebekan bersama Bupati H Fathul Huda, Senin (1/10).

Menurut Nanang, aksi pelaku tergolong cukup cerdik, lantaran menjadikan bekas kandang ayam untuk produksi arak. "Proses produksi arak sudah berjalan 3 bulanan dan tersangka orang lama berasal dari Semanding," bebernya.

Akibat ulahnya, pelaku diancam kurungan 15 tahun penjara dengan jeratan pasal 135 Jo pasal 71 ayat 2 UU RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dan pasal 204 KUHP. 

"Sementara itu, barang bukti yang diamankan berupa 67 drum berisi baceman (miras setengah jadi) dengan total 13.400 liter dan perabot pembuatan produksi arak seperti LPG, kompor, dandang, 9 bungkus botol, 26 drum beserta 324 botol atau 486 liter arak siap jual beserta satu unit Mobil L 300 dengan nopol S 8316 HF9," bebernya.

Bupati Fathul Huda pun mengapresiasi kinerja Polres Tuban yang berhasil membongkar industri miras tersebut. Ia bahkan meminta agar para pelaku dibuat jera sehingga tak mengulangi perbuatannya. "Apa nggak bisa ditembak di sini pak?," pinta Bupati kepada Kapolres.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengimbau kepada masyarakat agar jeli mengawasi wilayahnya. "Kita minta dukungan masyarakat Tuban untuk dukung pak kapolres membasmi miras di Bumi Wali,'' terangnya.

Sementara masyarakat Desa Ngepon mengaku terkejut jika di wilayahnya ternyata ada home industri miras. "Kami tidak mencurigai sama sekali. Sebab, sebelumnya kandang ini diperuntukkan untuk peternakan ayam. Namun, setelah lima bulanan berganti pemilik, kandang tersebut beralih home industri arak," ujar Kadus Desa Ngepon, Sutiyono.

Menurutnya, banyak masyarakat mengaku malu atas penggerebekan itu. Sebab, lokasi penggerebekan tidak jauh dari makam Mbah Wali Punjul. 

"Selama ini pemiliknya tidak pernah bersosialisasi dengan warga desa. Kita kesal dong, tiba-tiba warga dikejutkan kedatangan kepolisian dan bupati meninjau home industri arak di sini (kandang)," ucapnya.

Karena itu, Sutiyono mewakili warga meminta pada petugas kepolisian agar memberantas dan memusnahkan kandang ayam tersebut. (ahm/rev) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...