Minggu, 20 Oktober 2019 03:52

Rumah Produksi Miras di Jatirogo Digerebek, 6 Tersangka Ditangkap

Senin, 01 Oktober 2018 18:33 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Istihar
Rumah Produksi Miras di Jatirogo Digerebek, 6 Tersangka Ditangkap
Bupati Tuban H. Fathul Huda bersama Kapolres AKBP Nanang Haryono saat merilis para pelaku beserta barang bukti.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 6 pelaku yang bertindak sebagai produsen miras jenis arak di Desa Ngepon, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban ditangkap Satreskrim Polres Tuban. Mereka ditangkap setelah petugas melakukan penggerebekan di sebuah bekas kandang ayam yang dijadikan tempat untuk memproduksi arak.

Enam pelaku tersebut masing-masing bernama 1) Apin Prasetyo (Lekun) sebagai ahli pembuat, 2) Hengky pemilik modal, 3) Sutrisno sebagai pekerja, 4) Joko Ngadini sebagai peracik, 5) Febrianto sebagai peracik, dan 6) Proyohadi sebagai pengangkut arak.

"Para pelaku dari luar desa, dan pemiliknya orang Semanding. Mereka pindah ke sini karena wilayah Semanding sering dilakukan razia (miras, red)," ujar Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono saat press release di lokasi penggerebekan bersama Bupati H Fathul Huda, Senin (1/10).

Menurut Nanang, aksi pelaku tergolong cukup cerdik, lantaran menjadikan bekas kandang ayam untuk produksi arak. "Proses produksi arak sudah berjalan 3 bulanan dan tersangka orang lama berasal dari Semanding," bebernya.

Akibat ulahnya, pelaku diancam kurungan 15 tahun penjara dengan jeratan pasal 135 Jo pasal 71 ayat 2 UU RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dan pasal 204 KUHP. 

"Sementara itu, barang bukti yang diamankan berupa 67 drum berisi baceman (miras setengah jadi) dengan total 13.400 liter dan perabot pembuatan produksi arak seperti LPG, kompor, dandang, 9 bungkus botol, 26 drum beserta 324 botol atau 486 liter arak siap jual beserta satu unit Mobil L 300 dengan nopol S 8316 HF9," bebernya.

Bupati Fathul Huda pun mengapresiasi kinerja Polres Tuban yang berhasil membongkar industri miras tersebut. Ia bahkan meminta agar para pelaku dibuat jera sehingga tak mengulangi perbuatannya. "Apa nggak bisa ditembak di sini pak?," pinta Bupati kepada Kapolres.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengimbau kepada masyarakat agar jeli mengawasi wilayahnya. "Kita minta dukungan masyarakat Tuban untuk dukung pak kapolres membasmi miras di Bumi Wali,'' terangnya.

Sementara masyarakat Desa Ngepon mengaku terkejut jika di wilayahnya ternyata ada home industri miras. "Kami tidak mencurigai sama sekali. Sebab, sebelumnya kandang ini diperuntukkan untuk peternakan ayam. Namun, setelah lima bulanan berganti pemilik, kandang tersebut beralih home industri arak," ujar Kadus Desa Ngepon, Sutiyono.

Menurutnya, banyak masyarakat mengaku malu atas penggerebekan itu. Sebab, lokasi penggerebekan tidak jauh dari makam Mbah Wali Punjul. 

"Selama ini pemiliknya tidak pernah bersosialisasi dengan warga desa. Kita kesal dong, tiba-tiba warga dikejutkan kedatangan kepolisian dan bupati meninjau home industri arak di sini (kandang)," ucapnya.

Karena itu, Sutiyono mewakili warga meminta pada petugas kepolisian agar memberantas dan memusnahkan kandang ayam tersebut. (ahm/rev) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...