Senin, 26 Agustus 2019 12:55

Tak Kunjung Cair, DPRD Lamongan Sorot Bosda Madin dan Insentif Guru Ngaji

Rabu, 12 September 2018 19:25 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Tak Kunjung Cair, DPRD Lamongan Sorot Bosda Madin dan Insentif Guru Ngaji
Ilustrasi

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Belum cairnya insentif ribuan guru ngaji, tokoh agama, dan Bosda Madin di Lamongan mendapat sorotan kalangan DPRD setempat. Pasalnya, hingga Bulan September ini kedua dana tersebut belum turun juga. Padahal, sangat dibutuhkan untuk operasional siswa dan Madin.

Ketua Komisi D, Ali Mahfudi, mendesak agar Bosda Madin segera dicairkan karena sebelumnya dana tersebut rutin diterima setiap semester. namun. “Belum cairnya dana Bos Madin ini membuat banyak lembaga Madin harus ngutang dulu demi keberlangsung Madinnya,” kata Ali Mahfudi, Rabu (12/9).

Menurut Ali, sudah banyak keluhan dari guru Madin yang mempertanyakan belum keluarnya dana Bosda Madin. “Maka kami berharap segera dicairkan. Kalau ada kendala, di mana kendalanya agar disampaikan kepada mereka. Kasihan menunggu,” tegasnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kasi Pondok Pesantren (Pontren) Kemenag Lamongan, Banjir Sukomulyo, menjelaskan bahwa pihaknya hanya melakukan pendataan terkait penerima Bosda Madin. 

"Pendataan sudah selesai sejak bulan Juli lalu, meski beberapa kali sebelumnya dilakukan perbaikan. Kalau sampai saat ini ternyata dana tersebut belum cair, saya tidak tahu persis, Dan yang jelas komitmen Kemenag soal pendataan sudah dilakukan, terkait dananya ada di Pemkab," jelasnya.

Sebenarnya, tambah Banjir, Seksi Pontren Kemenag sudah melakukan komunikasi dengan pihak Kesmas Pemkab, namun belum ada tanggapan yang tegas terkait kapan pencairan Bosda Madin itu bisa dilakukan.

“Penerima Bosda Madin ini di antaranya santri tingkat Ula sebesar Rp 15 ribu untuk setiap santri, tingkat Wustho sebesar Rp 25 ribu setiap santri, dan ustadz sebesar Rp 50 ribu setiap orang. Penerimanya sendiri tersebar di seluruh Madin yang ada di Kabupaten Lamongan,” ungkap Banjir Sukomulyo.

Hal serupa juga terjadi pada insentif ribuan guru ngaji dan ta’mir masjid di Lamongan yang seharusnya diterima sebelum perayaan Hari Raya Idul Fitri lalu, hingga saat ini juga belum dicairkan.

“Kalau sudah menjadi hak kami, maka seharusnya insentif tahunan tersebut segera diberikan. Pada tahun-tahun sebelumnya insentif tersebut lancar kita terima sebelum perayaan Idul Fitri, jadi seolah seperti THR. Namun tahun ini kok tersendat,” kata salah seorang guru ngaji asal Kecamatan Sarirrjo, Ahmad, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) Setda Pemkab Lamongan, Farah Damayanti, mengatakan bahwa insentif sektor keagamaan tersebut belum bisa dicairkan karena masih menunggu validasi dari Bank Jatim.

Seperti diketahui, sektor keagamaan yang mendapatkan insentif tahunan dari Pemkab Lamongan sebagai Tunjangan Hari Raya (THR) itu meliputi Takmir Masjid, sebanyak 2.050 orang, guru ngaji sebanyak 12.500 orang, imam mushola sebanyak 4.800 orang, moden sebanyak 2.250 orang, dan Pengasuh Pondok Pesantren sebanyak 370 orang. (qom/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...