Senin, 17 Juni 2019 09:14

2 Warganya Sucpect Antraks, Bupati Pacitan Langsung Minta Pemprov Jatim Turun Tangan

Selasa, 04 September 2018 13:27 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yuniardi Sutondo
2 Warganya Sucpect Antraks, Bupati Pacitan Langsung Minta Pemprov Jatim Turun Tangan
Petugas saat melakukan pemeriksaan di sekitar kandang hewan ternak dan pasien suspect antraks.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Pacitan Indartato langsung melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim seiring ditemukannya tiga warga di Pacitan yang dinyatakan suspect antraks. Ia meminta Pemprov agar segera turun tangan menyelesaikan persoalan dugaan serangan antraks yang terjadi di Pacitan. 

"Kebetulan kemarin pas ada agenda dinas di Surabaya, saya langsung sampaikan persoalan tersebut. Mudah-mudahan segera tertangani sebagaimana prosedur yang ada," ujar Indartato sesaat sebelum bertolak ke Semarang dalam rangka dinas, Selasa (4/9).

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan dr. Eko Budiono, membenarkan adanya temuan dua warga Kecamatan Sudimoro yang diduga terserang antraks. Keduanya tercatat atas nama Saniyah (37) dan Daryono (30) warga Desa Karangtengah. 

"Mereka merupakan kakak beradik. Saat ini tengah menjalani pengobatan intensif," katanya, di tempat terpisah.

Menurut Eko, dua tahun lalu Saniyah juga pernah mengalami sakit serupa. Setelah dilakukan pengobatan, pasien tersebut sembuh. Namun tiga bulan belakangan, penyakit yang pernah dialaminya itu kembali kambuh. 

"Sedangkan adiknya, Daryono, sakit seperti yang dialami Saniyah mulai 2 bulan lalu. Ia berobat tiap 3 hari sekali ke klinik milik saudara Hariyanto di Ketanggung, namun tak kunjung sembuh," terangnya.

Mendapati adanya pasien yang menderita penyakit mirip gejala antraks, kader kesehatan di desa setempat lantas memberikan laporan ke bidan desa dan diteruskan ke puskesmas. 

"Lantaran ada diagnosa yang mengarah ke serangan antraks, puskesmas lantas menyampaikan laporan ke Dinkes. Saat ini sudah kita tindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap pasien dengan diagnosis laboratorium. Hasilnya masih kita tunggu," beber mantan Asisten Sekkab ini kepada pewarta.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian Agus Sumarno menegaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas dugaan serangan antraks di Kecamatan Sudimoro. Langkah yang diambil sama seperti yang terjadi di Desa Gasang, Kecamatan Tulakan. 

"Kami juga akan mengambil sampel tanah sekitar kandang. Selain itu juga akan kita lakukan penyuntikan antibiotik dan vitamin ke semua hewan ternak di dusun atau desa yang diduga suspect antraks," jelasnya. (yun/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...