Senin, 16 Desember 2019 06:00

Fraksi NasDem-Hanura Dorong Khofifah Perjuangkan Gelar Pahlawan untuk Gus Dur

Rabu, 29 Agustus 2018 13:50 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: M Didi Rosadi
Fraksi NasDem-Hanura Dorong Khofifah Perjuangkan Gelar Pahlawan untuk Gus Dur
Moch Eksan, Anggota Fraksi NasDem-Hanura DPRD Jatim. foto: Didi Rosadi/ bangsaonline

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Fraksi NasDem-Hanura DPRD Jawa Timur mendorong Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur Jatim terpilih untuk memperjuangkan gelar pahlawan nasional untuk Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur. Pernyataan itu disampaikan anggota Fraksi NasDem-Hanura DPRD Jatim, Mochamad Eksan.

Eksan mengungkapkan, pemerintahan Jatim di bawah Soekarwo-Saifullah Yusuf pernah memperjuangkan gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur. Namun sampai saat ini usulan tersebut belum disetujui oleh pemerintah pusat. Karena itu, pihaknya mendorong usulan gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur kembali diajukan oleh Khofifah sebagai Gubernur Jatim periode 2019-2024.

"Saya kira sudah sepatutnya Ibu Khofifah selaku gubernur terpilih memperjuangkan kembali gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur. Sebab ini bukan hanya aspirasi mayoritas warga Jatim tetapi juga aspirasi warga NU," tutur Eksan, Rabu (29/8).

Menurut anggota Komisi E DPRD Jatim tersebut, usulan memang harus dilakukan oleh Khofifah karena Gus Dur tokoh nasional yang berasal dari Jawa Timur. Sedangkan gubernur adalah representasi dari warga Jawa Timur. 

Eksan menilai syarat dan kriteria untuk Gus Dur mendapatkan gelar pahlawan nasional lebih dari cukup. Sebab Gus Dur berjasa dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, pluralisme, dan perdamaian. Bahkan kiprah Gus Dur sudah diakui di dunia internasional. Karena itu, Eksan menilai tokoh humanis tersebut layak mendapat gelar pahlawan nasional.

"Kalau syarat dan kriteria, saya kira Gus Dur sangat layak mendapat gelar pahlawan nasional. Mungkin hanya soal teknis. Karena itu perlu ada kajian dan seminar lagi yang mengundang seluruh stakeholder untuk menguatkan kembali argumentasi ke pemerintah pusat," imbuh Eksan.

Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Jember ini mengakui, dari pihak keluarga besar almarhum Gus Dur tidak ada ambisi untuk menjadikan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional. Karena sejatinya Gus Dur sudah mendapatkan pengakuan sebagai Pahlawan Kemanusiaan, Tokoh Pluralisme, dan Tokoh Perdamaian.

Namun aspirasi dari masyarakat Jawa Timur tidak bisa diabaikan. Masyarakat ingin ada pengakuan formal dari negara kepada cucu pendiri NU KH. Hasyim Asy'ari itu. Hal itu bukan sekedar sebuah simbol dan kebanggaan. Tetapi juga sebagai upaya untuk meneguhkan ajaran-ajaran Gus Dur. Terlebih di tengah kondisi hari ini yang sarat dengan praktik politik bernuansa Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) yang berpotensi memecah belah bangsa.

"Hari ini, bahaya radikalisme, sektarian, dan ancaman terhadap keutuhan NKRI sudah di depan mata. Karena itu, ini momentum yang tepat untuk menguatkan perlawanan dengan simbol ajaran Gus Dur. Saya yakin sebagai salah seorang santri Gus Dur, Khofifah mau memperjuangkan ini," pungkas anggota Dewan asal daerah pemilihan Jember dan Lumajang tersebut. (mdr/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Sabtu, 14 Desember 2019 23:59 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Crystal Universe, akan menjadi andalan di Milenial Glow Garden (MGG), salah satu wahana baru Jatim Park 3 yang di-launcing pada Sabtu (14/12). Betapa tidak, di ruangan ini pengunjung akan dipikat dengan keindahan 5.433 l...
Sabtu, 14 Desember 2019 13:01 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Mengerikan! Itulah gambaran sikap saling serang atau saling bully antar penganut agama di media sosial (medsos). Tanpa risih dan tedeng aling-aling mereka saling serang dengan memakai kata-kata kasar, sadis, dan kejam. Mere...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...