Minggu, 21 Oktober 2018 11:57

Pakde Karwo Usul Madin Miliki Muatan Lokal Pendidikan Vokasional

Rabu, 08 Agustus 2018 23:27 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Pakde Karwo Usul Madin Miliki Muatan Lokal Pendidikan Vokasional
Gubernur Jatim menandatangani Kesepakatan Bersama Antara Pemprov Jatim dengan Kopertais Wilayah IV Surabaya tentang Program Kualifikasi Akademik Guru Madrasah Diniyah di Jawa Timur.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo mengusulkan agar madrasah diniyah (madin) memiliki muatan lokal pendidikan vokasional. Apalagi, di tahun 2019 Jatim akan mengalami bonus demografi dimana usia produktif, yakni umur 15-64 tahun, mencapai angka 69,60 persen.

"Usia produktif tersebut yang membutuhkan ketrampilan atau mereka dituntut menjadi lulusan atau tenaga kerja terampil," ucap Pakde Karwo, sapaan Soekarwo saat penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama antara Pemprov Jatim dengan Kopertais Wilayah IV Surabaya dan 35 PTKIS, di Ruang Bhinaloka Adhikara, Kantor Gubernur Jawa Timur, Rabu (8/8)

Penandatanganan dengan Kopertais (Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta) dan 35 PTKIS (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta) di Jatim ini terkait dengan program peningkatan kualitas guru madin.

Pakde Karwo menjelaskan bahwa bonus demografi disikapi melalui pendidikan yang dibuat dalam sistem dual track strategy. Termasuk madin diberikan muatan vokasi atau keahlian, seperti teknologi dan rekayasa, kesehatan, tata boga, tata busana, agrobisnis, dan pariwisata.

Menurut Pakde Karwo, pendidikan dual track strategy diterapkan pada jalur non formal (SMK Mini, BLK dan Madin) serta formal seperti SMK yang di link and match kan dengan industri dan perguruan tinggi, serta filial antara SMK dengan PTN. Tujuannya, untuk menghasilkan lulusan atau SDM yang berdaya saing.

“Konsep ini didasarkan kebutuhan tenaga kerja dari negara-negara industri seperti Jepang, China dan Korea Selatan yang membutuhkan tenaga kerja terampil. Jadi, ini kesempatan baik untuk mempersiapkan lulusan terampil,” katanya.

Konsep ini, lanjut Pakde Karwo, akan dilakukan di Madin Takmiliyah sebanyak 22.563 lembaga, Ma’had Aly sebanyak 10 lembaga, dan pendidikan diniyah Ulya sebanyak sembilan lembaga. Serta, pendidikan diniyah formal Wustha sebanyak sembilan lembaga dan satuan pendidikan Muadalah sebanyak 23 lembaga.

“Nantinya kami juga akan bekerjasama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) agar lulusannya juga bersertifikat,” jelasnya sembari menambahkan konsep ini akan menguntungkan pondok pesantren karena tidak perlu khawatir santrinya akan beralih ke sekolah umum.

Menurutnya, para lulusan ini harus disiapkan dari sekarang, agar nantinya tidak menjadi tenaga kerja baru tidak terdidik atau unskilled yang bisa menyebabkan pengangguran.

Ditambahkannya, pendidikan madin ini sesuai dengan basis yang ada di Jatim yakni etika, religi dan kultur. Menurutnya Jatim khas daerah santri, sehingga harus memasukkan religi dalam basisnya, tidak semata-mata kultural.

“Konsep religi ini sesuai dengan pendidikan diniyah salafiyah yang menjadi ciri khas di Jatim,” terangnya.

Pakde Karwo berharap, program peningkatan kualitas guru madin yang dilakukan Pemprov Jatim ini dapat terus berjalan walaupun nantinya berganti gubernur. “Saya harap program ini dapat terus berjalan,” terangnya.

(Gubernur Jatim Pakde Karwo memberikan ucapan selamat kepada 3 (tiga) perwakilan perguruan tinggi yang secara simbolis menandatangani kesepakatan bersama dengan Pemprov Jatim)

Tenaga Pengajar Kompeten dan Profesional

Sementara itu dalam laporannya, Penjabat (Pj) Sekdaprov Jatim, Dr. Ir. Jumadi, M.MT mengatakan, program kualifikasi akademik guru madin di Jatim ini bertujuan agar para guru memiliki kualifikasi akademik S-1 dan kompetensi dasar sehingga mampu menjadi tenaga pengajar yang kompeten dan profesional.

Menurutnya, mulai 2006 sampai 2015, penyelenggaraan program peningkatan kualitas guru madin ini dilaksanakan oleh PTKIS yang memiliki empat program studi yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

Sampai dengan tahun 2017, lanjutnya, jumlah peserta program ini sebanyak 10.952 orang dan yang sudah lulus sebanyak 8.715 guru madin. Sementara untuk tahun ini peserta berjumlah 1.015 orang yang akan memulai perkuliahan pada September mendatang.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim, Saiful Rachman dan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Masdar Hilmy S.Ag, M.A, Ph.d selaku koordinator Kopertais Wil. IV Surabaya. (ian/rev)

Suparto Wijoyo
Rabu, 17 Oktober 2018 11:08 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DARI Malang menuju Bekasi. Begitulah aksi KPK dalam melakukan gerakan senyap OTT yang melibatkan para bupati kedua daerah itu. Simbul para koruptor kian menjalar dari daerah ke daerah untuk merapatkan barisan sambung-meny...
Sabtu, 20 Oktober 2018 19:42 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Menjadi viral saat ada rombongan umrah menyanyikan lagu Ya Lal Wathan, termasuk yang memb...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...