Rabu, 25 November 2020 18:02

​Terkendala Penyertaan Modal, Bank Jatim Syariah Jauh dari Realisasi

Jumat, 03 Agustus 2018 20:48 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Terkendala Penyertaan Modal, Bank Jatim Syariah Jauh dari Realisasi
Anik Maslachah, Ketua Komisi C DPRD Jatim.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tekad Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi provinsi pertama yang memiliki Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan sistem syariah tampaknya masih jauh dari realisasi.

Pasalnya, rencana melaunching Bank Jatim Syariah terkendala pada penyertaan modal yang menjadi salah satu syarat utama pendirian Bank Umum Syariah (BUS). Selama ini Bank Jatim Syariah masih berstatus Unit Usaha Syariah (UUS) dibawah Bank Jatim dengan sistem konvensional.

Kendala penyertaan modal itu disampaikan Ketua Komisi C DPRD Jatim, Anik Maslachah. Menurut Anik, ada ketentuan setoran dana penyertaan modal sebesar Rp1 Triliun yang disyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketentuan penyertaan modal itu sulit direalisasi karena beban keuangan Provinsi Jawa Timur saat ini belum memungkinkan untuk mengeluarkan dana APBD sebesar Rp1 Triliun.

"Belakangan Bank Jatim siap urunan Rp500 Miliar untuk memenuhi dana penyertaan sebesar Rp1 Triliun. Namun tetap berat mengucurkan dana Rp500 Miliar untuk saat ini. Jangankan Rp500 Miliar, Rp100 Miliar saja berat untuk saat ini," ujar Anik Maslachah, Jumat (3/8).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini melanjutkan, sebenarnya ada solusi untuk memenuhi syarat penyertaan modal tanpa membebani keuangan daerah. Solusi itu adalah dengan mencicil dana penyertaan modal selama lima tahun atau Rp100 Miliar per tahun. Namun sayangnya, opsi itu ditolak oleh OJK. Karena OJK mensyaratkan dana penyartaan modal disetor sekaligus.

Karena itu, untuk saat ini Anik mengaku spin off Bank Jatim Syariah tidak menjadi prioritas utama. Sebab, pemprov lebih memprioritaskan pada pembangunan infrastruktur, disamping pemberdayaan UMKM. Meski pun ada juga kebutuhan dan peluang Jawa Timur untuk memiliki Bank dengan sistem syariah.

"Kalau dibilang penting, ya penting juga Bank Jatim Syariah. Namun kalau dibilang mendesak, ya tidak juga. Karena masih ada prioritas di bidang pembangunan. Semoga Gubernur baru nanti bisa mencari solusi untuk merealisasikan spin off Bank Jatim Syariah," imbuh alumni UNESA tersebut. (mdr/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Jumat, 06 November 2020 10:34 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...