Kamis, 22 Agustus 2019 19:25

Gali Informasi, Direksi BPJS Kesehatan Jadi Frontliner Dadakan

Kamis, 12 Juli 2018 18:39 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Hendro Utomo
Gali Informasi, Direksi BPJS Kesehatan Jadi Frontliner Dadakan
Arief Syaefuddin, Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan saat melayani Peserta BPJS di Kantor Cabang Madiun.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Para Direksi BPJS Kesehatan terjun langsung meninjau pelayanan di sejumlah Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Tak hanya itu, mereka pun turut melayani langsung para peserta JKN-KIS yang datang berkunjung. 

Dalam kesempatan tersebut, para Direksi dan Senior Leader BPJS Kesehatan menggantikan sementara tugas frontliner BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan langsung kepada peserta JKN-KIS maupun masyarakat umum yang mendatangi Kantor Cabang BPJS Kesehatan, khususnya di Loket Fast Track (Pelayanan Cepat).

Seperti yang dilakukan Arief Syaefuddin, Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan mengatakan, kegiatan eksekutif frontliner merupakan salah satu wujud komitmen dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta JKN-KIS. Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas.

“Kegiatan frontliner adalah para direksi deputi direksi termasuk kepala deputi direksi wilayah dan kancab turun langsung melayani peserta. Harapannya, menggali lebih banyak kondisi yang di lapangan sekaligus merasakan bagimana rasanya menjadi frontliner seperti yang dirasakan teman-teman. Pelayanan kepada peserta ke depan semakin baik. Mereka datang ke kantor cukup sekali saja,“ ucap Arief.

Menurut Arief, dari data survey indeks kepuasan semakin membaik dari 78,6 % menjadi 79,5% juga setiap 6 bulan dilakukan monev pelayanan peserta dengan cara misteri softfer di mana petugas monitoring tidak diketahui semua pegawai kantor cabang,

“Mereka membawa kamera mengamati bagaimana sikap para petugas, bagaimana mengelola antrian skornya. Untuk Madiun nilainya 87 % termasuk bagus di antara kantor cabang lainnya. Untuk itu kita tingkatkan pelayanan bahwa budaya melayani menjadi habit yang melekat pada setiap petugas,” urainya.

Saat dikofirmasi BANGSAONLINE.com terkait adanya rumor pembatasan waktu rawat inap 3 sampai 8 hari di rumah sakit, Arief  membantahya. 

“Sebetulnya tidak ada sakit itu dibatasi 3, 6 atau 8 hari. Sakit itu ya dirawat sampai sembuh jika 3 hari sudah sembuh ya pulang tapi kalau 10 hari belum sembuh ya dirawat di rumah sakit sampai sembuh. Jadi kita sampaikan di peserta kalau ada kendala di pelayanan tidak sesuai peserta jangan segan-segan untuk menyampaikan atau menghubungi kami di 1500400,” tegas Arief. (hen/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...