Minggu, 19 Agustus 2018 10:48

Jadi Tahanan KPK, Dukungan untuk Wali Kota Samanhudi Mengalir dari Berbagai Kalangan

Rabu, 13 Juni 2018 15:58 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Jadi Tahanan KPK, Dukungan untuk Wali Kota Samanhudi Mengalir dari Berbagai Kalangan
Puluhan abang becak dan PKL saat memberikan dukungan untuk Samanhudi Anwar.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Pasca jadi tahanan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), dukungan kepada Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar terus mengalir di Kota Blitar. Dukungan itu antara lain diberikan tukang becak serta pedagang kaki lima di Kota Blitar yang merasa terbantu dengan program-program yang dicetuskan Samanhudi Anwar.

"Kami mendoakan Bapak Samanhudi ini diberikan ketabahan, kekuatan, dan kejernihan pikiran dan hati untuk menghadapi masalah ini. Supaya dipermudah," ujar Koordinator Paguyuban Becak Wisata PIPP, Nadi Slamet, Rabu (13/6/2018).

Menurut dia, dukungan itu diberikan karena selama ini hampir semua kebijakan APBD di era kepemimpinan Samanhudi selalu berpihak kepada rakyat kecil. Utamanya kebijakan di bidang pendidikan. Dalam program ini, Samanhudi menggratiskan biaya pendidikan dua belas tahun, hingga akhirnya kewenangan SMA/SMK diambil alih Provinsi.

"Program-program beliau utamanya di bidang pendidikan sangat membantu rakyat kecil seperti kami. Untuk itulah dukungan ini kami berikan kepada Bapak Samanhudi. Ke depan kami juga berharap dan berdoa agar nasib kami semakin baik," tegasnya.

Sebelumnya bertempat di Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) Kota Blitar, puluhan para abang becak dan pedagang kaki lima ini juga menggelar doa bersama untuk Samanhudi Anwar

Selain dari abang becak dan pedagang kaki lima, beberapa hari terakhir ajakan dukungan kepada Wali Kota Samanhudi juga mengalir melalui media sosial.

Sebelumnya, Samanhudi Anwar ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ia menyerahkan diri Jumat (8/6/2018) ke KPK dan langsung ditahan.

Samanhudi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap yang dilakukan seorang kontraktor asal Kota Blitar Susilo Prabowo yang sudah ditangkap terlebih dahulu. Suap bos kontraktor itu diduga mengalir kepada Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar sebanyak Rp 1,5 miliar. Suap itu diduga terkait dengan izin proyek pembangunan SMPN 3 Kota Blitar di Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjen Kidul.

Selain Samanhudi Anwar dan Susilo Prabowo, di Kota Blitar KPK juga mengamankan Bambang Pramono. Ia merupakan perantara antara Susilo Prabowo dan Samanhudi. (ina/rev)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...