Gus Ipul saat berbuka bersama dengan puluhan remaja milenial di Omah Jaman Now, Senin (4/6/2018). Acara bertajuk Ngobrol Bareng Gusti ini diikuti oleh ratusan anak muda dari berbagai aliansi di Jawa Timur.
"Sehingga, ketika kami mendengar program Dik Dilan, kami semakin jatuh cinta dengan Gus Ipul. Sehingga, kalau memilih Gus Ipul, Insya Allah akan bahagia lahir dan batin," kata Aryo yang kini berusia 17 tahun dan masuk dalam pemilih milenial.
Di sisi lain, Gus Ipul pun menjelaskan bahwa penyusunan program kerja Dik Dilan adalah sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan. "Kalau mau SDM-nya maju, harus diawali dari pendidkan yang juga maju. Kami tak ingin lagi ada keluhan masyarakat soal biaya pendidikan," kata Gus Ipul.
Selain itu, program ini juga menjadi bukti dukungan pemerintah provinsi terhadap program pemerintah pusat, yakni wajib pendidikan gratis 12 tahun.
Sehingga, dengan terbukanya peluang tersebut diharapkan kalangan pemuda bisa lebih banyak dalam berkarya. "Mari terus berkarya. Berpikir merdeka. Bebas, namun harus tetap ada karya yang disesuaikan dengan bakat dan minat kita," kata Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode ini.
Dalam program Dik Dilan, pihaknya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,4 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk seluruh siswa SMA dan SMK negeri di Jawa Timur.
Sementara itu, pengajar ilmu politik Universitas Airlangga, Hariadi mengatakan bahwa anak muda sebenarnya bukan anti politik. Sebaliknya, pemuda sangat peduli. "Namun, mereka tidak mau diklaim atau dikerangkeng. Anak muda hanya ingin diwadahi melalui program yang sesuai dengan aktivitas anak muda," kata Hariadi.
Hariadi mengatakan bahwa selama ini Gus Ipul melalui berbagai programnya menjadi salah satu inspirator anak muda. "Sehingga, wajar apabila menjadikan Gus Ipul sebagai salah satu idola," kata Hariadi yang juga pengamat politik Universitas Airlangga ini. (ian/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




