Selasa, 18 Februari 2020 22:54

Terbakar Api Cemburu, Guru SMAN di Lumajang Tega Aniaya Siswinya

Rabu, 30 Mei 2018 23:16 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Imron Gozali
Terbakar Api Cemburu, Guru SMAN di Lumajang Tega Aniaya Siswinya
Korban (tengah) saat dirawat di Puskesmas Pronojiwo.

LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Dunia pendidikan di Kabupaten Lumajang kembali tercoreng. Pasalnya, seorang Guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Pronojiwo, tega menganiaya seorang siswi kelas IX saat mengikuti ujian. Akibatnya, ia mengalami luka lebam dan memar di bagian wajah dan kepala.

TR (16) warga Dusun Jago Kereng RT 11/RW 03 Desa Taman Ayu, Kecamatan Pronojiwo harus menahan sakit yang amat dalam. Selain luka lebam dan memar akibat penganiayaan, TR juga mengalami trauma prikologis. Pasalnya, TC dituduh melakukan komunikasi melalui aplikasi chat whatsapp dengan suami pelaku.

Rini (48) Guru sejarah SMAN 1 Pronojiwo yang merupakan satu dusun dengan korban, tega menganiaya TR dengan alasan tak masuk akal. Pasalnya, pelaku dimakan api cemburu lantaran mendapati smartphone milik TR yang disinyalir berisi chatting korban dengan suami pelaku.

Dibantu DE (16) yang tak lain anak pelaku, Rini memukul dan membenturkan kepala TR berkali-kali hingga korban mengalami luka di bagian kepala dan wajah cukup serius.

Kejadian tersebut berawal saat pelaksanaan ujian pada Senin (28/05) pagi kemarin, para siswa mengumpulkan smartphone. Sebagai guru pengawas, Rini memeriksa smartphone milik semua siswa, termasuk milik korban.

Rini diduga mendapati deretan chat korban dengan Heru yang merupakan suami pelaku. Usai mengikuti ujian, korban diajak pelaku DE bersama temannya ke ruang perpustakaan SMAN 1 setempat. Kemudian, Rini bersama anaknya memukul korban hingga tak sadarkan diri.

TR mengatakan, pihaknya mendapat tindakan kekerasan yang dilakukan dua orang pelaku yang tak lain ibu dan anak. "Tanpa bertaya saya ditampar berulang kali dan dibenturkan kepala ke tembok," katanya.

TR menambahkan, selain mendapat kekerasan, ia juga mendapat intimidasi dari Rini sehingga korban tidak berani berteriak saat aksi pemukulan terjadi di ruang perpustakaan sekolah.

"Saya diancam akan dibunuh jika berteriak. Saya milih diam meski menerima pukulan. Saat kejadian semua dewan guru sedang menjaga ujian sehingga tidak ada orang, kemudian saya diantar pulang. Namun sampai di rumah saya masih mendapat beberapa tamparan lagi," terang TR.

TR sendiri menepis tuduhan yang dilontarkan pelaku. Ia menjelaskan bahwa tidak ada hubungan spesial sama sekali dengan suami pelaku. Bahkan, ajakan jalan-jalan oleh korban ditolak. 

"Akhir-akhir ini Pak Heru sering chat, ngajak keluar, ngajak jalan-jalan tapi saya menolak," akunya.

TR melanjutkan, pihaknya enggan membalas chat dari suami korban, hingga terakhir sebelum aksi pemukulan tersebut. DE memakai smartphone Heru menghubungi korban. 

"Terakhir DE membuka chat dari ayahnya yang bilang, TR kenapa chat om gak pernah dibales. Setelah dari kejadian itu, sepertinya DE melapor ke ibunya," ungkap TR.

Heru dengan ayah TR merupakan kawan sehingga TR selama dua bulan lalu tinggal di rumah Heru sebelum pindah ke rumah neneknya. "Satu bulan yang lalu saya tinggal di rumah Bu Rini selama 2 bulan sehingga saya menganggap mereka seperti orang tuanya sendiri," katanya.

TR kembali menjelaskan, selama tinggal di rumah pelaku, ia mendapat kiriman uang dari ayahnya setiap bulan melalui rekening suami pelaku (Heru). Ternyata, Heru memanfaatkan tersebut untuk menggoda korban, namun korban terus menolak.

"Saya sering chat karena meminta uang sisa kiriman ayah saya sekitar Rp 200 ribu lebih," tegasnya. 

Atas kejadian tersebut, TR meminta aparat kepolisian segera melakukan tindakan sesuai undang-undang yang berlaku. (ron/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Senin, 10 Februari 2020 11:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALTidak sama an...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...