Sabtu, 21 September 2019 10:36

Terbakar Api Cemburu, Guru SMAN di Lumajang Tega Aniaya Siswinya

Rabu, 30 Mei 2018 23:16 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Imron Gozali
Terbakar Api Cemburu, Guru SMAN di Lumajang Tega Aniaya Siswinya
Korban (tengah) saat dirawat di Puskesmas Pronojiwo.

LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Dunia pendidikan di Kabupaten Lumajang kembali tercoreng. Pasalnya, seorang Guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Pronojiwo, tega menganiaya seorang siswi kelas IX saat mengikuti ujian. Akibatnya, ia mengalami luka lebam dan memar di bagian wajah dan kepala.

TR (16) warga Dusun Jago Kereng RT 11/RW 03 Desa Taman Ayu, Kecamatan Pronojiwo harus menahan sakit yang amat dalam. Selain luka lebam dan memar akibat penganiayaan, TR juga mengalami trauma prikologis. Pasalnya, TC dituduh melakukan komunikasi melalui aplikasi chat whatsapp dengan suami pelaku.

Rini (48) Guru sejarah SMAN 1 Pronojiwo yang merupakan satu dusun dengan korban, tega menganiaya TR dengan alasan tak masuk akal. Pasalnya, pelaku dimakan api cemburu lantaran mendapati smartphone milik TR yang disinyalir berisi chatting korban dengan suami pelaku.

Dibantu DE (16) yang tak lain anak pelaku, Rini memukul dan membenturkan kepala TR berkali-kali hingga korban mengalami luka di bagian kepala dan wajah cukup serius.

Kejadian tersebut berawal saat pelaksanaan ujian pada Senin (28/05) pagi kemarin, para siswa mengumpulkan smartphone. Sebagai guru pengawas, Rini memeriksa smartphone milik semua siswa, termasuk milik korban.

Rini diduga mendapati deretan chat korban dengan Heru yang merupakan suami pelaku. Usai mengikuti ujian, korban diajak pelaku DE bersama temannya ke ruang perpustakaan SMAN 1 setempat. Kemudian, Rini bersama anaknya memukul korban hingga tak sadarkan diri.

TR mengatakan, pihaknya mendapat tindakan kekerasan yang dilakukan dua orang pelaku yang tak lain ibu dan anak. "Tanpa bertaya saya ditampar berulang kali dan dibenturkan kepala ke tembok," katanya.

TR menambahkan, selain mendapat kekerasan, ia juga mendapat intimidasi dari Rini sehingga korban tidak berani berteriak saat aksi pemukulan terjadi di ruang perpustakaan sekolah.

"Saya diancam akan dibunuh jika berteriak. Saya milih diam meski menerima pukulan. Saat kejadian semua dewan guru sedang menjaga ujian sehingga tidak ada orang, kemudian saya diantar pulang. Namun sampai di rumah saya masih mendapat beberapa tamparan lagi," terang TR.

TR sendiri menepis tuduhan yang dilontarkan pelaku. Ia menjelaskan bahwa tidak ada hubungan spesial sama sekali dengan suami pelaku. Bahkan, ajakan jalan-jalan oleh korban ditolak. 

"Akhir-akhir ini Pak Heru sering chat, ngajak keluar, ngajak jalan-jalan tapi saya menolak," akunya.

TR melanjutkan, pihaknya enggan membalas chat dari suami korban, hingga terakhir sebelum aksi pemukulan tersebut. DE memakai smartphone Heru menghubungi korban. 

"Terakhir DE membuka chat dari ayahnya yang bilang, TR kenapa chat om gak pernah dibales. Setelah dari kejadian itu, sepertinya DE melapor ke ibunya," ungkap TR.

Heru dengan ayah TR merupakan kawan sehingga TR selama dua bulan lalu tinggal di rumah Heru sebelum pindah ke rumah neneknya. "Satu bulan yang lalu saya tinggal di rumah Bu Rini selama 2 bulan sehingga saya menganggap mereka seperti orang tuanya sendiri," katanya.

TR kembali menjelaskan, selama tinggal di rumah pelaku, ia mendapat kiriman uang dari ayahnya setiap bulan melalui rekening suami pelaku (Heru). Ternyata, Heru memanfaatkan tersebut untuk menggoda korban, namun korban terus menolak.

"Saya sering chat karena meminta uang sisa kiriman ayah saya sekitar Rp 200 ribu lebih," tegasnya. 

Atas kejadian tersebut, TR meminta aparat kepolisian segera melakukan tindakan sesuai undang-undang yang berlaku. (ron/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...