Menurut Baktiono, mereka beraksi selalu dini hari dengan menggunakan mobil yang disewa dari rental.
"Mereka rela mengeluarkan uang untuk menyewa mobil rentalan. Selanjutnya, mereka melakukan penyisiran untuk melihat kandang hewan ternak yang akan menjadi targetnya. Mereka cenderung mencari kandang yang lokasinya jauh dari pemukiman, karena mengurangi resiko ketahuan warga atau pemilik sapinya," tambah dia.
Caranya, ada yang bertugas satu orang menjaga di mobil, sedangkan yang lainnya bertugas untuk ke kandang. Mereka merusak kandang dengan tang, atau alat lainnya. Selanjutnya, setelah berhasil membuka pintu kandang, mereka masuk dan mengambil salah satu hewan ternak.
"Berhasil mengambil hewan, mereka langsung menuntun hewannya ke lokasi penjemputan. Selanjutnya, dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa pergi," terangnya.
"Untuk mengatasi agar hewan tidak bersuara saat dibawa, mereka sengaja membawa seperti bekap yang digunakan untuk menutup mulut dan mata hewan itu. Cara ini ampuh. Nyatanya, saat mereka membawa hewan kambing atau sapi tidak pernah ada yang bersuara," paparnya.
"Ini masih kembangkan lagi. Kelompok mereka ini yang ternyata selama ini meresahkan dan membuat para pemilik hewan ternak mengalami kerugian," pungkas dia. (par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




