Rabu, 01 April 2020 01:24

Diduga Kecewa Sistem Zonasi Masuk SMA, Siswi SMP di Blitar Ditemukan Gantung Diri di Kamar Kos

Rabu, 30 Mei 2018 13:46 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Akina Nur Alana
Diduga Kecewa Sistem Zonasi Masuk SMA, Siswi SMP di Blitar Ditemukan Gantung Diri di Kamar Kos
Petugas menunjukkan salah satu surat yang ditinggalkan korban. foto: AKINA/ BANGSAONLINE

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Seorang siswi SMP di Kota Blitar ditemukan tewas gantung diri di sebuah kamar kos di Jalan Ahmad Yani gang 3 Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Korban berinisial EP (16) warga Kecamatan Srengat tersebut ditemukan pertama kali oleh Mariani (59), pengasuhnya yang juga tinggal di kamar kos yang sama dengan korban.

Mariani menuturkan sebelumnya tidak ada yang aneh dengan EP. Sebelum kejadian, korban menyuruhnya keluar dari kamar kos untuk membelikan nasi bungkus di warung dekat kos. Saat kembali, korban sudah tergantung pada seutas tali tampar berwarna biru di angin-angin pintu kamar kos.

"Gak ada yang aneh ya biasa saja anaknya," jelas Mariani, Rabu (30/5/2018).

Meski belum diketahui secara pasti penyebab siswi SMP ini nekat mengakhiri hidupnya, namun kabar yang beredar menyebutkan EP nekat gantung diri karena kecewa dengan sistem zonasi yang diterapkan Dinas Pendidikan. Dengan sistem zonasi itu EP pesimis bisa masuk SMA Negeri 1 Kota Blitar yang merupakan SMA favoritnya, karena EP tinggal di luar zona SMA Negeri 1 Kota Blitar.

"Sebelumnya memang merasa kecewa, tapi setelah itu biasa saja dan gak nyangka sampai seperti ini," imbuhnya.

Hal senada diungkapkan teman sekelar korban di SMP Negeri 1 Kota Blitar. Sebelum nekat gantung diri Selasa (29/5/2018) sore kemarin, korban memang sempat mengeluhkan masalah zonasi sekolah. Ia merasa khawatir tak bisa masuk SMA favoritnya meski nilainya bagus karena terkendala sistem zonasi tersebut. Namun teman-teman sekelasnya tak menyangka jika hal itu membuat EP nekat mengakhiri hidupnya.

"Memang sempat cerita-cerita jika ia khawatir tidak bisa masuk sekolah favoritnya. Kata dia meski masih ada peluang namun persainganya juga ketat sehingga membuat dia khawatir," ungkap Wulan, teman sekelas EP.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kasatreskrim Polres Blitar AKP Heri Sugiono mengatakan motif EP bunuh diri dipastikan bukan semata karena masalah kecewa dengan sistem zonasi. Hal itu diketahui berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara.

Dalam olah TKP itu petugas menemukan sejumlah surat yang ditulis EP sebelum bunuh diri. Dalam surat yang ditujukan kepada keluarga dan teman-teman EP itu tak ada satu pun yang menyebutkan masalah zonasi.

"Kami temukan 10 lembar surat yang ditulis korban. Dari surat itu tidak ada satupun yang menyebutkan jika korban kecewa dengan sistem zonasi. Bahkan dari keterangan pihak keluarga, korban justru sering curhat kepada kakak laki-lakinya terkait masalah keluarga, yang tidak bisa kami jelaskan secara rinci," jelas AKP Heri Sugiono. (ina/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...