Minggu, 21 Juli 2019 14:27

​Rasakan Berkah Ramadan, Penganut Hindu Ikut Puasa Sebulan Penuh

Rabu, 23 Mei 2018 21:24 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
​Rasakan Berkah Ramadan, Penganut Hindu Ikut Puasa Sebulan Penuh
Semoga mendapat hidayah Islam. Amiin. foto: khaleejtimes

DUBAI, BANGSAONLINE.com – Adalah Sarbani Ghospal, penganut agama Hindu yang ikut menjalani puasa ramadan sebulan penuh sejak beberapa tahun lalu. Hal ini dilakukan karena ia merasakan berkah di bulan suci ini.

Ceritanya dimulai pada tahun 2008. Saat itu Sarbani Ghoshal dan keluarganya berjuang selama lebih dua tahun lebih agar bisa mendapatkan akomodasi flat untuk suaminya tinggal. Suatu sore ketika Sarbani sedang berjalan-jalan rutin, dia mendengar seruan azan. Saat azan itu, ia berbisik pada dirinya sendiri, "Jika saya mendapatkan akomodasi tempat tinggal, saya akan berpuasa selama Ramadhan."

Saat dia pulang ke rumah, dia menemukan salah satu tetangganya di lift. "Dia memberi tahu saya bahwa flat itu telah dijatuhi sanksi, dan meminta kami bisa segera menempatinya. Saya terkejut tak terkira. Itu bukan suatu keajaiban," kata Sarbani, penganut Hindu, kepada Khaleej Times.

Menjaga janji yang dia buat sendiri, Sarbani mulai berpuasa untuk pertama kalinya tahun itu selama bulan Ramadhan. Dia mengatakan puasanya itu membuat dirinya merasa tenang dan melatih rasa kesabaran. Sarbani terus menjaga puasa setiap Ramadhan sejak saat itu.

Perubahan hidup tidak berhenti untuk Sarbani. Pada 2014, tragedi menimpa keluarganya ketika suaminya menderita stroke otak mendadak, yang menyerang 75 persen otaknya. Itu membuatnya menjadi pengangguran.

"Saat itu tahun 2014. Saya berada di India bersama keluarga saya dan tidak dapat berpuasa untuk pertama kalinya sejak saya mulai. Begitu kami kembali ke Dubai, suami saya menderita stroke, membuatnya terbaring di tempat tidur lama."

Pada waktu itu, putra Sarbani ada di Kelas 9, sementara putrinya berusia 7 tahun. Keluarga itu hidup tanpa pendapatan.

"Setelah pindah ke Dubai pada tahun 1997 setelah menikah, saya telah berhenti dari pekerjaan untuk merawat anak-anak saya. Setelah selisih 14 tahun, saya harus mengambil pekerjaan lagi."

"Putraku berada di titik yang sangat penting dalam studinya. Dan aku tidak punya pilihan selain mencari nafkah untuk menjalankan keluarga."

Sarbani mendapat pekerjaan sebagai Asisten Manajer di Pemasaran dengan perusahaan yang berbasis di India. Setelah dua tahun, ia dipromosikan sebagai kepala GCC di perusahaan yang sama. Anak-anaknya dapat melanjutkan pendidikan mereka, tanpa istirahat.

Hari ini, putranya akan segera bergabung di perguruan tinggi, sementara putrinya belajar di Kelas 7. Bahkan ketika Sarbani bekerja setiap hari, itu tidak menghalangi dia untuk berpuasa.

"Hari saya dimulai pada pukul 3:30 pagi ketika saya bangun untuk sahur. Saya hampir tidak punya waktu untuk buka puasa untuk diri sendiri ketika saya mencapai rumah setelah jam 6 sore. Ini terjadi hampir setiap hari. Kadang-kadang, saya hanya mengambil susu untuk berbuka puasa," tambahnya. .

Terlepas dari segalanya, ia bertekad untuk terus berpuasa karena keyakinannya pada berkah Ramadhan telah menjadi kuat sekarang.

"Saya telah menyaksikan hal yang luar biasa ajaib. Suami saya pulih dengan cepat. Dia perlahan mulai berbicara dan berkomunikasi dan baru-baru ini dipekerjakan oleh mantan bosnya di India. Meskipun penghasilannya tidak banyak, mendapatkan kembali pekerjaan itu telah membantunya. menjadi kuat secara mental dan meningkatkan semangatnya."

Sekarang, setiap hari Sarbani ingin pulang dan duduk bersama keluarganya untuk berbuka puasa.

"Anak-anak saya benar-benar mencintai bulan ini. Mereka menunggu waktu berbuka. Ramadan membawa banyak kedamaian dan kebersamaan dalam hidup saya," kata Sarbani, menambahkan bahwa dia berharap Yang Maha Kuasa memberinya kekuatan untuk terus menjaga puasa Ramadhan untuk seluruh hidupnya.

Sayangnya, hidayah Islam belum diterima oleh keluarga ini. 

Sumber: KhaleejTimes
Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...