Rabu, 22 Agustus 2018 14:05

Jaga Populasi, Pemkab Pasuruan Larang Potong Sapi Betina

Selasa, 22 Mei 2018 14:38 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Ahmad Habibi
Jaga Populasi, Pemkab Pasuruan Larang Potong Sapi Betina
Para peternak mendapat sosialisasi larangan pemotongan sapi betina.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Untuk menjaga stabilitas populasi ternak sapi di Kabupaten Pasuruan, Pemkab Pasuruan melalui Dinas Peternakan dan Ketahanan pangan melarang masyarakat agar memotong sapi betina yang masih produktif. Langkah tersebut dilakukan agar produktivitas produksi pakan hewan tetap aman.

Menurut keterangan drh Irianto, kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan menjelaskan, tujuan larangan pemotongan hewan betina adalah untuk menjaga populasi hewan ternak di Kabupaten Pasuruan tetap stabil. Sehingga upaya pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan pangan hewani bagi masyarakat tetap aman.

“Sosialisasi dan imbauan sudah kita lakukan kepada para jagal agar mereka tidak memotong sapi betina produktif, serta kerja sama dengan pihak kepolisian setempat,” jelas Panti Apsari, staf kasi kesmavet Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan.

Ia menambahkan,sebenarnya larangan memotong sapi betina produktif itu bukan kali ini saja, akan tetapi sudah diberlakukan sejak dulu. Ia menjelaskan, mendekati Hari Raya Idul Fitri ini kebutuhan produk hewani seperti daging mengalami kenaikan. Memang ada ketentuan yang membolehkan memotong betina bila sudah tidak produktif (majer) karena sakit, seperti contoh patah tulang.

Secara umum populasi sapi potong di Pasuruan masih surplus. Artinya untuk memenuhi kebutuhan produk hewani daging masyarakat Kabupaten Pasuruan masih tercukupi. Berdasarkan data pada 2017 lalu, populasi sapi potong sebanyak 114.651 ribu ekor. “Kalau untuk kebutuhan masyarakat dipastikan masih surplus,“ jelasnya lagi. (bib/par/rd)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...